Jumat, 1 Mei 2026

Berita Banyuwangi

Motif Bagajo, Batik Khas Banyuwangi "Rasa Penjara" Buatan Lapas yang Terdaftar Hak Ciptanya

Batik gajah oling jeruji karya warga binaan Lapas Banyuwangi ternyata sudah mengantongi hak cipta

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Sri Wahyunik
TribunJatimTimur.com/Aflahul Abidin
Para warga binaan membatik di Lapas Banyuwangi 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, BANYUWANGI - Para warga binaan di Lapas Kelas IIA Banyuwangi punya kegiatan rutin. Satu di antaranya membatik. Bahkan, mereka telah membuat motif batik sendiri dan telah mendaftarkan hak ciptanya.

Batif batik tersebut bernama Bagajo. Akronim dari batik gajah oling jeruji. Gajah oling merupakan salah satu motif khas Kabupaten Banyuwangi. Motif tersebut juga disebut sebagai motif tertua di daerah ujung timur Pulau Jawa itu.

Sementara jeruji disimbolkan dengan tambahan akses borgol berupa gelang dalam motif tersebut. 

“Pada tahun 2019, motif Bagajo telah kami daftarkan untuk pencatatan Hak Cipta pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dan sudah resmi terdaftar sebagai Hak Cipta,” kata Kalapas Banyuwangi Agus Wahono, Senin (13/11/2023).

Kelas membatik sebagai salah satu jenis pembinaan di Lapas Banyuwangi, kata Agus, berlangsung sejak 2018. Saat ini, sebanyak 23 warga binaan menggeluti kelas tersebut. Mereka terdiri dari 20 tahanan perempuan dan 3 tahanan laki-laki.

Menurut Agus, warga binaan perempuan dan pria punya tugas berbeda dalam membatik. Para wanita lebih banyak berkutat dalam urusan mencanting. Sementara pria-pria sibuk untuk mendesain dan mewarnai.

Agus mengatakan, aktivitas membatik di lapas bukan sekadar iseng-iseng. Banyak pesanan telah masuk dan digarap oleh para warga binaan. Terbaru, mereka mengerjakan 200 lembar lain batik pesanan dari Surabaya.

“Meski memiliki motif yang khas, kami juga mengerjakan pesanan batik sesuai dengan keinginan pelanggan,” imbuhnya.

Pesanan kali ini datang dari Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur.

Baca juga: Asnawi Mangkualam Dikaitkan dengan Persib Bandung, 4 Faktor Jadi Penguat, 1 Kode dari Pemilik

Batik yang dipesan akan dijadikan seragam pada pertemuan rutin paguyuban.

“Untuk sementara pesanan yang masuk sejumlah 200 kain batik, jumlahnya kemungkinan bertambah karena jumlah anggota PIPAS di Jatim lebih dari itu,” ujar Agus.

Motif batik yang dikerjakan disesuaikan dengan permintaan dari PIPAS, termasuk pemilihan warna yang digunakan. Pengiriman kain batik itu dilakukan secara bertahap.

“Sampai saat ini dari total pesanan sudah kami selesaikan sekitar 70 persen, sisanya masih dalam proses pengerjaan,” ungkap Agus.

 

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

(Aflahul Abidin/TribunJatimTimur.com)

 

 

 

 

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved