Kamis, 9 April 2026

Berita Jember

2,8 Persen Warga Jember Masih Buang Air Besar Sembarangan

2,8 persen dari 2,6 juta penduduk Kabupaten Jember, Jawa Timur, masih sering buang air besar sembarangan

Penulis: Imam Nawawi | Editor: Sri Wahyunik
TribunJatimTimur.com/Imam Nawawi
Sungai Bedadung Jember, salah satu sungai yang digunakan warga buang air besar 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, JEMBER - 2,8 persen dari 2,6 juta penduduk Kabupaten Jember, Jawa Timur, masih sering buang air besar sembarangan.

Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil survei verifikasi Open Defecation Free (ODF) Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Jember pada 2024.

Kepala Dinas Kesehatan Jember dr Hendro Soelistijono mengatakan, tim ODF mengambil sampel 500 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 20 desa.

"Sampling tersebut menurut mereka sudah cukup sesuai jumlah penduduk di Kabupaten Jember. Berdasarkan metode penelitian statistik," ujarnya, Sabtu (24/8/2024).

Menurutnya, 2, 8 persen warga yang masih suka berak di sungai ini adalah tantangan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember yang harus segera diatasi.

"Minimal saat ini kami telah mendapatkan sertifikasi ODF. Walaupun masih tersisa 2,8 persen (warga) yang belum bisa buang air besar secara benar," kata dr Hendro.

Hendro mengatakan warga yang masih suka buang air besar di sungai paling banyak ada di wilayah Kecamatan Panti dan Ajung Jember.

"Penentuan tersebut berdasarkan pemetaan sampling di daerah desa dataran rendah, perkotaan dataran rendah. Kawasan desa dataran tinggi, kawasan pantai dan daerah aliran sungai," katanya.

Dia mengatakan kebiasaan masyarakat masih buang air besar sembarangan disebabkan faktor budaya mereka sejak lama. Hal inilah yang menyulitkan pemerintah melakukan pembenahan.

Baca juga: TERUNGKAP Awal Mula Viral Erina Gudono Disebut Bau Ketiak, Pose Bocil Jadi Sorotan Warganet

"Karena kadang sudah dibangun jamban di tempat mereka tetapi tidak dipakai. Inilah tugas kami Dinas Kesehatan untuk mengedukasi agar meraka mengunakan jamban. Supaya tidak berdampak terhadap warga lain yang tertib gunakan jamban," kata dr Hendro.

Mengubah perilaku masyarakat memang tidak mudah, oleh karena itu, ia mengaku akan menggandeng perguruan tinggi untuk membantu melakukan sosialisasi.

"Kami ajak koordinasi, untuk menyelesaikan masalah akar budaya ini gimana. Karena ini sangat perlu untuk mempercepat penyelesaiannya," imbuhnya.

Lebih lanjut, kata dr Hendro, Pemkab Jember juga akan terus menggelontorkan bantuan pembangunan jamban bagi masyarakat, supaya mereka tidak buang air besar sembarangan. 

"Ada banyak, Dinas Cipta karya juga mengelontorkan banyak bantuan. Kemudian ada Baznas, untuk jumlahnya saya lupa tapi yang jelas ratusan," katanya.

 

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(TribunJatimTimur.com)

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved