Minggu, 10 Mei 2026

Kebakaran di Situbondo

Lupa Matikan Kompor, Dua Rumah Warga Bungatan Situbondo Ludes Terbakar

Kobaran api membakar dua rumah warga di Situbondo, Selasa (17/9/2024), karena pemilik rumah lupa mematikan kompor Dan ditinggal ke sawah

Tayang:
Penulis: Izi Hartono | Editor: Sri Wahyunik
TribunJatimTimur.com/Izi Hartono
Kobaran api yang membakar dua bangunan rumah warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Bungatan, Situbondo 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, SITUBONDO - Kobaran api membakar dua rumah warga di Situbondo, Selasa (17/9/2024).

Kebakaran melanda dua bangunan rumah semi permanen milik Hapipi (53) dan Syafi'i (70) warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo.

Akibat ganasnya kobaran api itu, dua bangunan rumah milik bapak dan anak ludes jadi arang dan rata dengan tanah.

Kobaran yang diduga berasal dari dapur Hapipi itu denga cepat membesar, karena bahan bangunan rumah dari kayu dan mudah terbakar.

Sehingga dengan cepat kobaran api merembet ke bangunan rumah orangnya tuanya yang lokasi berdempetan.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran itu, namun kerugian yang dialami bapak dan anak ini mencapai puluhan juta rupiah.

Koordinator Pusdalop BPBD, Puriyono membenarkan terjadinya kebakaran dua rumah milik warga itu.

Menurutnya, sebelumnya kejadian kebakaran, penghuni rumah memasak air di dapurnya, lalu  ditinggal pergi mencari rumput pakan ternakmya ke sawah.

"Kobaran api diduga berasal dari kompor gas , karena pada saat memasak air lupa dimatikan dan ditinggal pergi ke sawah," ujarnya.

Baca juga: Ribuan Warga Berebut Air Bekas Siraman Gong Kiai Pradah di Alun-alun Lodoyo Blitar

Puriyono mengatakan kobaran api  pertama kali oleh warga yang kebetulan berjalan di depan rumahnya dan langsung berteriak minta tolong kepada warga yang lain.

Mendengar teriakan minta tolong, kata Puriyono, puluhan warga berdatangan ke lokasi kebakaran untuk berusaha memadamkan kobaran api dengan menggunakan peralatan seadanya.

"Upaya warga tidak behasil, karena kobaran apinya semakin membesar," katanya.

Di tengah warga bahu membahu memadamkan kobaran api, salah seorang warga menghubungi Polsek dan Danramil setempat serta menghubungi petugas pemadam kebakaran.

"Selang beberapa menit satu unit mobil Damkar datang dan langsung menyemprot air ke bangunan rumah," ucapnya.

Tidak ada korban jiwa dalam inisiden kebakaran itu, namun kerugian yang dialami bapak dan anak ini mencapai puluhan juta rupiah.

"Total kerugian dua pemilih rumah, diperkirakan mencapai Rp 70 juta rupiah," pungkasnya. 


Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(TribunJatimTimur.com)

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved