Berita Banyuwangi
Pembunuhan Siswa SD di Banyuwangi, Polisi Telah Periksa 10 Saksi
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra menjelaskan, sepuluh orang yang diperiksa merupakan keluarga korban, guru, dan warga sekitar.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Polisi telah memeriksa sepuluh saksi dalam kasus pembunuhan DCNA (7), siswa madrasah ibtidaiyah di Kabupaten Banyuwangi. DCNA diduga meninggal setelah mendapat kekerasan seksual dan fisik.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra menjelaskan, sepuluh orang yang diperiksa merupakan keluarga korban, guru, dan warga sekitar lokasi kejadian.
Baca juga: Tim Hukum Paslon Rio-Ulfi Datangi KPU, Pertanyakan Jadwal Debat Ketiga
Selain itu, hasil otopsi terhadap jasad korban juga telah dilakukan oleh tim dokter forensik dari Jember pada Rabu (13/11/2024).
Meski secara resmi hasil otopsi belum keluar, Rama memastikan terdapat tanda kekerasan baik fisik maupun seksual terhadap korban.
"Polresta Banyuwangi berkomitmen untuk segera mengungkap dan menangkap sekaligus memproses hukum pelaku. Dari awal kejadian, kami berkolaborasi di-back up dengan teman-teman dari Polda Jatim," kata Rama, Jumat (15/11/2024).
Selain itu, polisi juga tengah memeriksa setiap barang bukti yang didapat di lapangan ke labolatorium forensik. Hal tersebut untuk mengungkap kasus tersebut secara scientific investigation.
Baca juga: Survei Pilgub Jatim 2024 Khofifah 49 Persen dan Risma 35 Persen, Pengamat : Dinamis Sampai Akhir
"Tim sampai hari ini masih bekerja. Secara scientific investigation, seluruh hasil olah TKP barang bukti sudah kani bawa ke labfor," ujarnya.
Di TKP, polisi menemukan beberapa barang bukti. Mulai dari sepeda yang dinaiki korban untuk bersekolah, sepatu, permen lolipop, dan pakaian.
"Pada saat olah TKP, karena posisinya sudah dilakukan pertolongan, jadi kami menemukan beberapa barang bukti tidak di satu tempat," lanjutnya.
Baca juga: Kunjungi Rumah Duka Siswi Korban Pembunuhan di Banyuwangi, Menteri PPPA: Sangat Keji
Pihaknya berharap, masyarakat yang memiliki informasi bisa menyampaikan ke polisi. Sebab, informasi sekecil apapun yang dimiliki masyarakat, lanjut dia, bisa membantu mempermudah dan mempercepat pengungkapan kasus tersebut.
Rama juga menjawab soal dugaan perampasan perhiasan yang dikenakan korban oleh pelaku. Menurut dia, beberapa perhiasan masih dikenakan korban ketika ditemukan tewas. Salah satunya cincin. Terdapat juga liontin yang ditemukan di lokasi kejadian.
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur
Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur
(Aflahul Abidin/TribunJatimTimur.com)
| Banyuwangi Dipuji Kemen PPA, Pelopor Gerakan Penurunan Angka Kematian Ibu |
|
|---|
| Ringankan Beban 6.500 Pedagang, Pemkab Banyuwangi Gratiskan Retribusi Pasar Setiap Sabtu dan Minggu |
|
|---|
| Budidaya Lele Sistem Air Jernih ala Pemuda Banyuwangi, Omzet Tembus Ratusan Juta |
|
|---|
| KA Sangkuriang Segera Meluncur, Banyuwangi Kini Tersambung Langsung dengan Bandung |
|
|---|
| Miliki Peran Strategis, Bupati Ipuk Ajak Diaspora Banyuwangi Perkuat Jaringan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Kapolresta-Banyuwangi-Kombes-Pol-Rama-Samtama-Putra.jpg)