Berita Bondowoso
Nasib Petugas Inseminasi Buatan Bondowoso Perlu Perhatian
Di tengah julukan sebagai penghasil sapi 10 besar di Jatim, petugas inseminator buatan di Bondowoso memerlukan perhatian
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Sri Wahyunik
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, BONDOWOSO - Kabupaten Bondowoso masuk dalam 10 besar di Jawa Timur sebagai wilayah dengan populasi sapi terbesar. Data tercatat di Dinas Pertenakan dan Perikanan (Disnakkan) Bondowoso, populasi sapi di Bondowoso mencapai 144.968 ekor yang tersebar di seluruh wilayah Bondowoso.
Sementara di Tahun 2023, kelahiran pedet sebanyak 53.807 ekor. Namun begitu, di tengah tingginya angka kelahiran pedet untuk meningkatkan populasi sapi, tak sebanding dengan jumlah petugas inseminator yang hanya 52 orang.
Dari jumlah petugas yang berstatus ASN ada 20 orang, terdiri dari 15 orang murni petugas inseminasi buatan (IB) dan 5 orang merangkap sebagai paramedik veteriner. Kemudian, juga ada 32 orang terdiri dari 25 swadaya dan 7 purna tugas.
Demikian dituturkan oleh Plt Kepala Bidang Peternakan, M Saifoel, saat dikonfirmasi Tribun Jatim, Jumat (6/12/2024) pagi.
Menurutnya, jumlah inseminator yang sedikit ini tak ideal jika dibanding jumlah sapi yang harus dilayani. Sebut saja, dalam sehari satu petugas melayani sekitar 7 ekor sapi. Padahal, idealnya satu petugas itu dalam sehari melayani maksimal 5 ekor sapi.
"Anggap satu orang dalam satu hari bisa enam atau tujuh sapi, idealnya 5 ekor," ujarnya.
Ia mengatakan, pihaknya berharap ke depan ada perhatian lebih untuk para petugas. Utamanya dalam penguatan kapasitas serta sarana dan prasarana.
"Mungkin perlu mobilitas yang lebih ya, ini kan pakai kendaraannya sendiri," tuturnya.
Selain itu, kata Saiful, dirinya berharap adanya dukungan dari para pemangku kebijakan untuk penerapan retribusi dari pelayanan IB ini. Karena, Disnakkan mencatat jika di setiap layanan saja ditarik retribusi Rp 2 ribu, maka diproyeksikan bisa menyumbang PAD sekitar Rp 164 juta.
Dari jumlah itu, nantinya diharapkan bisa kembali sekitsr 35 persen ke Disnakkan untuk modal kerja IB. Mengingat, subsidi IB sendiri telah dicabut.
"Dari kontribusi ini, kami pinginnya satu ada kontribusi pada kami bentuknya komponen modal kerja," jelasnya.
Ia sendiri sedang berupaya mengajukan peraturan daerah tentang retribusi ini.
Menurutnya, jika berbicara kontribusi petugas inseminator terhadap perputaran uang dalam peternakan cukup besar.
Baca juga: Pembacokan Suami dan Tetangga di Bondowoso, Terduga Pelaku Pernah Dirawat di Poli Jiwa
Setidaknya, dari kelahiran pedet sebanyak 53.807 ekor itu, jika dikalkulasi dalam rupiah. Maka, potensi ekonomi dalam penjualan pedet bisa mencapai sekitar Rp 538 miliar. Itu jika proyeksikan per pedet seharga Rp 10 juta.Belum lagi, dalam hitungannya besaran sumbangan peternakan yakni 4,59 persen di bidang pertanian dari total dalam produk domestik bruto (PDRB) kabupaten.
Artinya, dengan sumbangsih yang besar ini sementara subsidi kawin suntik pun sudah dicabut. Pihaknya berharap ada perhatian pemerintah. Selain dengan tambahan anggaran, tapi juga dukungan kebijakan.
Sebelumnya diberitakan, mulai tahun 2025 ini, peternak di Bondowoso yang akan menggunakan layanan Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik untuk sapinya harus membayar. Untuk satu dosis IB, peternak harus membayar Rp 80 ribu. Hal itu menyusul telah dicabutnya subsidi IB oleh Kementerian Pertanian.
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur
Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur
(TribunJatimTimur.com)
| Harga BBM Non-Subsidi Resmi Naik, Pengawas SPBU di Bondowoso Prediksi Konsumen Ganti Bahan Bakar |
|
|---|
| Satu Mahasiswa Bondowoso Kuliah di Iran Berhasil Dipulangkan |
|
|---|
| 518 Guru Ngaji di Bondowoso Belum Terima Insentif, Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Pembangunan Jembatan Sentong Bondowoso Dimulai, Ditargetkan Rampung 8 Bulan |
|
|---|
| Tumpahan Solar di Jalan Binakal Bondowoso Sebabkan Banyak Pengendara Motor Terjatuh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Petugas-IB-ternak-sapi-Bondowoso.jpg)