Minggu, 12 April 2026

Berita Situbondo

Dinilai Gagal, DPRD Situbondo Tolak Bibit Padi BK Disebar Petani Situbondo

Komisi II DPRD Situbondo, menolak keras bibit padi BK 1 dan 2 untuk dikembangkan dan disebar kepada para petani di Kabupaten Situbondo.

Penulis: Izi Hartono | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/izi hartono
Wakil Ketua Komisi II DPRD Situbondo, Suprapto 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, SITUBONDO- Komisi II DPRD Situbondo, menolak keras bibit padi BK 1 dan 2 untuk dikembangkan dan disebar kepada para petani di Kabupaten Situbondo.

Pernyataan keras di sampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Situbondo, Supriyanto, Kamis (19/12/2024).

Menurutnya setelah melihat perkembangan padi BK, ternyata kualitasnya sangat memprihatinkan. 

Pihaknya tidak menginginkan bibit padi BK itu untuk dikembangkan ke petani.

Baca juga: Gen Z Dominasi Kasus Baru HIV di Kabupaten Kediri, Edukasi Kesehatan Reproduksi Kunci Pencegahan

"Artinya bibit padi itu sudah gagal, baik itu secara teknis maupun kwalitas dan kuatitasnya," ujarnya.

Dikatakan, jika bibit itu terjadi penyebaran di masyarakat dan tidak berhasil, maka ini justru bukan hanya pemerintah atau ABPD yang dirugikan.

"Tapi masyarakat juga akan dirugikan dan bahkan bibit padi itu tidak dapat menunjang ketahanan pangan," katanya.

Untuk itu, lanjut Suprapto, pihaknya berharap anggaran untuk bibit padi BK di tahun 2025 ditiadakan. 

Baca juga: Kasus DBD Tahun 2024 di Bondowoso Meningkat 3 Kali Lipat,  Terjadi Dua Kasus Kematian

Bahkan untuk pengadaan  bibit BK itu dianggarkan sebesar Rp 1.2 miliar, namun sebanyak 80 ton tidak jelas bibit BK itu berada.

"Makanya nanti akan kita croscek dan meninjaunya, ditebar di mana saja," ucapnya.

Suprapto mengatakan, stok pangan di Situbondo menurun sudah  berlangsung lama, bahkan untuk harga eceran beras di Situbondo lebih tinggi dari provinsi Jawa Timur.

"Di provinsi harga eceran beras itu sebesar Rp 12 ribu, sedangkan di Situbondo sebesar Rp 13 ribu,. Artinya ketahanan pangan kita sangat rendah sekali," jelasnya.

Dia meminta Dinas Pertanian melalui PPL agar mendampingi dan memgedukasi petani terhadap cara waktu menanam yang tepat dan baik.

Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Situbondo, Dadang Aries Bintoro mengatakan, pihaknya belum mengetahui adanya penokan bibit padi BK dari Komisi II itu.

"Saya belum menerima penolakan dari lomisi II itu," kata mantan Kadis Komonfo Pemkab Situbondo ini. 

(Izi Hartono/TribunJatimTimur.com)
 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved