Kamis, 21 Mei 2026

Berita Magetan

Ini Kronologi 4 Warga Magetan Tewas Tertimbun Tanah Longsor di Bali

Diketahui empat korban Tanah Longsor yang terjadi di Jalan Kendedes, Ubung Kaja, Denpasar, Senin pagi (20/1/2025).

Tayang:
Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur/Febrianto Ramadani
Peti mati para korban bencana alam Tanah Longsor di Bali asal Magetan, dibawa ke Tempat Pemakaman Umum Dukuh Sruwuh Jombok, Desa Pragak, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Rabu (22/1/2025) pukul 11.00 WIB. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Magetan - Kedatangan 4 jenazah asal Kabupaten Magetan yang wafat akibat tertimbun tanah longsor di Bali, disambut isak tangis oleh keluarga, Rabu (22/1/2025) pukul 10.30 WIB.

Baca juga: Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo Terpilih akan Dilantik Februari 2025

Bahkan salah satu anggota keluarga berteriak histeris, hingga berkali kali menyebut nama salah satu korban, ketika peti mati jenazah dikeluarkan dari mobil ambulance.

Sontak warga mencoba menenangkannya. Namun teriak salah satu anggota keluarga itu kian menjadi, ketika membuka peti mati jenazah. Alhasil mereka akhirnya membopongnya ke dalam ruang istirahat.

Diketahui empat korban Tanah Longsor yang terjadi di Jalan Kendedes, Ubung Kaja, Denpasar, Senin pagi (20/1/2025) antara lain Didik Setiawan (25), Dwi Lintang Bagus (25), Sarif (50), Kisno (50). Keempatnya sama sama berasal dari Dukuh Sruwuh Jombok, Desa Pragak, Kecamatan Parang.

Baca juga: Bermain 10 Orang, Persebo 1964 Bondowoso Ungguli Persesa Sampang 0-3

Salah satu korban yang selamat, Franky Putra Pramono mengungkapkan, sebelum terjadi tanah longsor, ia berada di dalam satu kamar kos bersama 4 korban.

“Kami bangun tidur. Tapi 2 di antaranya rebahan main Hp. Saya sama ponakan keluar kamar,” ungkap Franky, usai mengikuti pemakaman.

Adik Kandung Almarhum Didik Setiawan tersebut menuturkan, pada malam hari lokasi tersebut sempat diguyur hujan. Ketika terjadi tanah longsor situasinya terang.

“Tiba tiba terdengar suara runtuhan. Saya sama ponakan berlari menyelamatkan diri, tetapi mereka yang sedang rebahan tidak bisa menghindar,” tuturnya.

“Kami tidak sempat menolong kedua korban yang terkena reruntuhan itu. Peristiwa kemarin berlangsung begitu cepat,” imbuh Franky.

Baca juga: Pakar Unair Temukan Reklamasi Tanpa Izin di Tuban dan Sampang

Franky menyebut, semua korban baru bekerja sebagai tenaga bangunan proyek, sejak 2 minggu yang lalu.

Di tempat yang sama, Kerabat Dekat Sarif, Firman menambahkan, almarhum merantau jauh ke luar pulau, lantaran faktor perekonomian.

“Mohon ada tindak lanjut, agar tidak ada kejadian yang kami alami saat ini. Kami mohon tidak terulang lagi. Kami sekeluarga merasa kehilangan dan tidak menyangka, atas kepergian almarhum,” pungkasnya.

Semua jenazah yang sudah disholati di masjid terdekat, sekira pukul 11.00 WIB, telah itu dimakamkan di TPU setempat pada jam 11.24 WIB.

 

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

 

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

 

(Febrianto

 Ramadani/TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved