Jumat, 17 April 2026

Banjir Situbondo

Banjir Situbondo juga Genangi Sekolah, Perkantoran, dan Puskesmas

Tdak hanya melanda ratusan rumah dan lahan pertanian milik warga, banjir Situbondo juga menggenangi perkantoran, puskesmas, dan sekolah.

Penulis: Izi Hartono | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur/Izi Hartono
SEKOLAH LIBUR: Banjir mengenangi SMKN I Kendit, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Selasa (04/02/2025). Banjir tidak hanya berdampak para rumah warga, namun juga sekolah, perkantoran, dan Puskesmas. Siswa di SMKN I Kendit diliburkan. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Situbondo - Banjir yang melanda delapan desa di enam kecamatan, di Kabupaten Situbondo, tidak hanya melanda ratusan rumah dan lahan pertanian milik warga, namun juga menggenangi perkantoran, puskesmas, dan sekolah.

Genangan banjir tidak hanya membawa potongan kayu melainkan juga material lumpur, sehingga untuk membersihkan lumpur para pegawai di Kecamatan Kendit dan Puskesmas, bergotong royong membersihkan tumpukan material lumpur yang masuk ke ruang kantor kecamatan.

Banjir juga menyebabkan tumpukan SPJ Desa rusak terendam air. Aktivitas belajar di SMKN I Kendit terpaksa diliburkan dan para siswa diwajibkan belajar daring, karena ruang kelas tidak dapat digunakan belajar dan halaman sekolah masih erendam banjir.

Kepala SMKN I Kendit, Susiana, mengatakan untuk aktivitas pembelajaran para siswa dilaksanakan secara daring dari rumah.

Baca juga: Kekecewaan Gustavo Almeida Usai Laga Persija Kontra PSBS Biak, Wasit Jadi Sasaran Bomber Brasil

"Anak anak kita tidak bisa belajar di sekolah, karena terjadi banjir," ujarnya.

Selain itu akses jalan ke sekolah juga terendam banjir.

"Bahkan rumah para guru ada yang terdampak banjir," katanya.

Dikatakan banjir yang menggenangi ruang kelas cukup tinggi.

"Kalau di dalam kelas ketinggian air itu mencapai 50 centimeter," ucapnya.

Baca juga: MK Tolak Gugatan Pilkada Banyuwangi, Ipuk Ajak Pendukungnya Tak Euforia Berlebihan

Saat ditanya sampai pembelajaran secara daring, Susiana tidak bisa memastikan sampai kapan waktunya, karena kondisi air belum surut dan masih menggenangi sekolah.

"Ya sampai airnya surut dulu," katanya.

Camat Kendit, M Faisol, mengatakan yang terdampak banjir Desa Rajwkweei, Tambak Ukir, dan Kendit.

Menurutnya pada banjir Desember 2024 lalu warga Desa Kendit yang terdampak ada sekitar 125 kepala keluarga, namun untuk banjir kali ini warga yang terdampak jumlah bertambah dua kali lipat.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pesawat Milik API Banyuwangi Mendarat Darurat dan Terbalik di Pantai Muncar

Kantor kecamatan juga terdampak banjir, bahkan material lumpur sampai masuk ke dalam perkantoran. 

Bahkan lanjutnya, banjir juga merobohkan ratusaj meter pagar tembok lingkungan kantor kecamatan Kendit.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved