Berita Banyuwangi
Jelang Ramadan, Harga Beberapa Komoditas Terpantau Naik di Banyuwangi
Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi mengintensifkan pemantauan harga bahan pokok menjelang Ramadan
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Sri Wahyunik
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, BANYUWANGI - Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi mengintensifkan pemantauan harga bahan pokok menjelang Ramadan tahun ini. Harapannya, intervensi bisa dilakukan sedini mungkin saat terjadi lonjakan harga suatu komoditi.
Kepala Diskopumdag Banyuwangi Nanin Oktaviantie menjelaskan, pemantauan harga bahan pokok dilaksanakan tiap hari di pasar-pasar tradisional yang ada di Banyuwangi.
Menjelang Ramadan, harga beberapa komoditas terpantau naik.
Bahan pokok yang mengalami kenaikan harga, misalnya, cabai rawit merah dari sebelumnya Rp 85.600 per kg menjadi rata-rata 91.600 per kg.
Juga minyak goreng curah dari harga sebelumnya Rp 19.200 per liter menjadi Rp 19.300 per liter.
Harga daging ayam ras juga naik dari Rp 32.800 per kg menjadi 33.000 per kg. Ada juga telur ayam ras naik harganya dari Rp 28.900 per kg menjadi 29.400 per kg.
"Kami terus lakukan pemantauan perkembangan harga bahan pokok di pasar-pasar tradisional yang ada di Banyuwangi," kata Nanin, Rabu (26/2/2025).
Baca juga: Baru 60 Persen Jamaah Haji Lumajang yang Lunasi Biaya Haji
Dinas juga bekerja sama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang Banyuwangi untuk menggelar operasi pasar sebelum Ramadan. Harapannya, operasi pasar bisa menyediakan beberapa bahan kebutuhan masyarakat dengan harga yang relatif terjangkau.
Rencananya, operasi pasar terdekat akan digelar pada Jumat (28/2/2025).
"Kami juga akan bersurat ke Bulog agar operasi pasar tetap ada di Bulan Ramadan," terangnya.
Nanin menjelaskan, pengendalian harga tak bisa dilakukan secara sepenuhnya untuk moment-moment tertentu. Termasuk ketika hari besar Ramadan dan Lebaran.
"Tapi, dengan operasi pasar, setidaknya bisa membantu dalam menekan lonjakan harga," sambungnya.
Nanin memastikan, stok bahan pokok di Banyuwangi hingga saat ini tergolong aman. Banyuwangi, kata dia, justru menjadi daerah yang menyuplai beberapa bahan pokok ke daerah lain.
"Seperti beras, sayur, dan cabai, kami justru menyuplai ke Bali dan Jakarta," tutur Nanin.
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur
Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur
(TribunJatimTimur.com)
| KA Sangkuriang Segera Meluncur, Banyuwangi Kini Tersambung Langsung dengan Bandung |
|
|---|
| Miliki Peran Strategis, Bupati Ipuk Ajak Diaspora Banyuwangi Perkuat Jaringan |
|
|---|
| Dua Kasus Elpiji Oplosan di Banyuwangi Dibekuk, Salah Satu Tersangka Pemilik Pangkalan |
|
|---|
| 136 Meteran PUDAM Banyuwangi Hilang Dicolong, Pelaku Terekam CCTV |
|
|---|
| Perhutani Banyuwangi Raya-Kejari Teken MoU Terkait Penangangan Hukum Pengelolaan Hutan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Menteri-Zulhas-pantau-harga-di-banyuwangi.jpg)