Senin, 27 April 2026

Berita Jember

Terbawa Arus, Santri Ponpes IBU Jember Terjepit Besi Pengaman Sungai

Seorang santri di Jember terjepit besi pengaman sungai ketika terbawa hanyut saat banjir genangan meluap di pondoknya

Penulis: Imam Nawawi | Editor: Sri Wahyunik
TribunJatimTimur.com/Istimewa Ponpes IBU Jember
EVAKUASI SANTRI HANYUT: Pengurus Ponpes mengevakuasi Danil Siswanto, santri terjepit besi pengaman saat hanyut di sungai area Ponpes Islam Bustanul Ulum Kecamatan Pakusari, Jember, Jawa Timur, Rabu (26/2/2025) Korban selamat namun terluka akibat terjepit besi pengaman tersebut. 

TRIBUNJATIMTIMUR. COM, JEMBER - Danil Siswanto, santri Pondok Pesantren (Ponpes) Islam Bustanul Ulum (IBU) Kecamatan Pakusari, Jember, Jawa Timur berhasil selamat dari maut saat hanyut di sungai, Rabu (26/2/2025). 

Santri umur 15 tahun tersebut sempat terbawa arus ketika pondoknya tergenang luapan air sungai di Desa/Kecamatan Pakusari.  

Korban sempat terjepit besi pengaman sungai pondok, sehingga proses evakuasi santri putra tersebut cukup dramatis. 

Pengasuh Ponpes Islam Bustanul Ulum Pakusari Muhammad Hafidi mengatakan, sebetulnya ada empat anak yang terbawa arus. Namun tiga santri berhasil menyelamatkan diri. 

"Sementara  satu santri  terjepit di besi pengaman sungai, yang ada di area Pesantren, anak ini terjepit di jeruji besi ini," ujarnya. 

Menurutnya, korban sempat berteriak meminta tolong, sehingga para pengurus Ponpes bergegas menuju lokasi santri hanyut tersebut. 

"Untuk memberikan pertolongan, alhamdulillah bisa diselamatkan, hingga sore ini anaknya sudah sehat, hanya luka lecet sedikit karena terbentur tebing," kata Hafidi. 

Baca juga: Tujuh Pendaki Dilarang Naik Gunung Semeru Selama Lima Tahun, Sanksi Atas Pendakian Ilegal

Hafidi menjelaskan, pengurus Ponpes harus memotong besi pengaman sungai tersebut, supaya korban bisa dikeluarkan dari jeruji ini.

"Jadi anaknya kami tahan (badannya) paling tidak pernafasannya aman dulu. Lalu besi tersebut kami potong mengunakan gerinda," ulasnya. 

Hafidi mengatakan, kronologi kejadiannya tersebut awal air sungai meluap dan menggenangi asrama putri Ponpes ini, sejak pagi. 

"Dan saat itu hujan juga lebat, dan menyapu pondok putri. Alhamdulillah seluruh santriwati bisa kami evakuasi dan tidak ada masalah terhadap pondok putri," katanya. 

Namun di tengah pengurus ponpes  fokus menangani banjir genangan di asrama putri, kata Hafidi, ada empat santri putra terbawa arus sungai. 

"Debit air kan deras, sampai meluap ketika empat santri putra ini sedang mandi di sungai sehingga terkena arus, nah satu anak ini yang terjepit di besi pengaman area pesantren," tutur Anggota DPRD Jember ini 

 

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(TribunJatimTimur.com)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved