Jumat, 10 April 2026

Ramadan 2025

Tradisi Padusan di Gresik, Merawat Warisan Spiritual Menjelang Ramadan

Polres Blitar Kota melarang ronda keliling menggunakan sound system saat Ramadan 2025.

Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur/Willy Abraham
TRADISI PADUSAN GRESIK - Warga ziarah makam menjelang ramadan di makam islam Tlogopojok Gresik, Kamis (27/2/2025) sore. Tradisi padusan ini sudah turun temurun masih dilestarikan menjelang bulan suci ramadan. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Gresik - Menjelang Ramadan 2025, tradisi padusan terus dilestarikan oleh masyarakat Kelurahan Tlogopojok, Kecamatan Gresik. Ribuan warga memadati Makam Islam Tlogopojok di Jalan Gubernur Suryo, Gresik, untuk berziarah dan mendoakan orang tua, kerabat, serta para tokoh yang dihormati. Suasana khusyuk terasa dengan lantunan doa yang menggema menjelang bulan suci.

Kamis (27/2/2025) sore, lalu lintas di sepanjang Jalan Gubernur Suryo terpantau lebih padat dibandingkan hari biasa. 

Mayoritas peziarah datang menggunakan kendaraan roda dua. Untuk mengakomodasi lonjakan kendaraan, pemuda setempat secara sigap membuka lahan parkir dadakan serta bergotong royong mengatur arus lalu lintas agar tetap lancar.

Baca juga: Polres Blitar Kota Larang Ronda Keliling Pakai Sound System saat Ramadan 2025

Selain berdoa, para peziarah juga membawa bunga boreh, sedap malam, atau daun pandan untuk diletakkan di pusara sebagai simbol penghormatan. Tak sedikit pula yang turut membersihkan makam dari rumput liar, menjadikan tradisi padusan bukan hanya sebagai ritual spiritual tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur.

Sekretaris pengelola Makam Islam Tlogopojok, Agus, menyebut bahwa tradisi ini selalu menjadi puncak kegiatan menjelang Ramadan. "Hari-hari terakhir sebelum Ramadan, jumlah peziarah bisa mencapai ribuan. Mereka tidak hanya berasal dari Gresik, tetapi juga dari luar kota," ujar Agus.

Beberapa makam yang sering dikunjungi oleh peziarah dari luar Gresik antara lain KH Zubair, KH Muh. Dhofir, KH Mufti Sahli, KH Abdullah Faqih, KH Yusuf Umar Burhan, KH Salim Jamhari, dan KH M. Umar Burhan. Para tokoh tersebut memiliki peran penting dalam sejarah Islam di Gresik, khususnya dalam perkembangan Nahdlatul Ulama (NU).

Baca juga: Dilarang Jualan Takjil di Jalan Irian Jaya Situbondo, Pedagang Kecil Mengadu ke DPRD 

Selain menjadi tradisi keagamaan, padusan juga memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar. Pedagang kaki lima memanfaatkan momentum ini dengan menjual makanan, bunga, perlengkapan ziarah, hingga mainan anak-anak.

"Momen ini juga menjadi berkah bagi warga. Banyak yang berjualan dan mendapatkan tambahan penghasilan," tambah Agus.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(Willy Abraham/TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved