Ramadan 2025
JW Marriott Surabaya Hadirkan Seni Kuliner Turkiye di Ramadan 2025
JW Marriott Surabaya membawa tema Taste of Istanbul The Sultan’s Feast, yang menghadirkan ragam menu Turkiye di Ramadan 2025
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, SURABAYA - JW Marriott Surabaya membawa tema Taste of Istanbul The Sultan’s Feast, yang menghadirkan ragam menu Turkiye di Ramadan 2025.
Dipilihnya hidangan Turkiye ini tidak terlepas dari peran Executive Chef yakni Chef Rio Abednego dan pengalaman Executive Sous Chef Yuli Hariyanto yang pulang dari Negara Busur tersebut.
Keduanya mempelajari seni kuliner mulai dari meracik rempah hingga teknik memasak tradisional.
“Sekitar dua minggu di Turki, ini pengalaman pertama di Turkiye. Yang bisa dibawa ke sini, lebih ke culture masaknya, kalau makanan mereka lebih simpel,” ujar Chef Yuli Hariyanto ditemui di JW Marriott Surabaya, Kamis (13/2/2025).
Menurut Chef Yuli, masakan di negara tersebut cenderung mengutamakan bahan yang sehat dan sederhana.
Baca juga: Aksi Heroik Pegawai Toko di Bangkalan Kejar Sindikat Maling, Sendirian Lumpuhkan Dua Pelaku
Masakannya dominan menggunakan tomat, minyak zaitun, yoghurt, dan lebih banyak lemon. Sehingga citarasa yang dihasilkan mengutamakan kesegaran dan ringan.
Meski terpengaruh Kawasan Mediteranian, disebut Chef Yuli, citarasa makanan di negara Turkiye berbeda dengan hidangan Timur Tengah.
“Yang perlu terhighlight, bahan yang dipakai healthy. Olive oil, tomat, yoghurt, lemon. Lebih simpel dan rempah yang digunakan tidak sekuat Timur Tengah. (diaplikasikan ke makanan Indonesia) masih bisa diterima,” ungkapnya.
Hasil belajar resep selama dua minggu di Turkiye diaplikasikan oleh Chef Yuli maupun Chef Rio di deretan makanan buka puasa.
Ada izmir kofte yakni bakso Turkiye dengan saus tomat, tavuk sote hidangan dibuat dari potongan ayam dengan paprika dan saus tomat kental.
Untuk olahan ikan yakni eksili palamut. Beragam menu lainnya disajikan secara bergantian selama Bulan Ramadan. Kreasi kuliner ini dikombinasikan dengan makanan lokal.
“Kita coba kombinasikan dengan lokal, pakai lokal makerel. Ikan dikukus, tapi saus kami masak terpisah dengan tomat, lebih banyak lemon jadi segar, minyak zaitun, peterseli, bawang bombay, paprika,” ujarnya.
Setiap olahan yang dihadirkan, dikatakan Chef Yuli, disajikan dengan base bahan yang dibuat semirip mungkin dengan makanan Turkiye.
Ciri khas lain dari budaya bersantap di Turkiye, selain base bumbu tomat dan minyak zaitun, yakni kebiasaan menyantap roti setiap hari.
Kebab dipadu saus tomat dan bawang bombay, roti dicocol yoghurt atau salad raita.
| Kemabruran Puasa 30 : Dari Religiousness dan Religious Mindedness |
|
|---|
| Merawat Kemabruran Puasa 29 : Dari Salam, Islam dan ke Istislam |
|
|---|
| Hikmah Ramadan : Puasa Ramadhan di Indonesia, Indah dan Nikmat! |
|
|---|
| Merawat Kemabruran Puasa 28 : Dari Sufi Palsu ke Sufi Sejati |
|
|---|
| Hikmah Ramadan : Berpuasa, Media Sosial dan Bertapa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Kuliner-turkiye.jpg)