Kamis, 7 Mei 2026

Libur Lebaran 2025

Pendakian Gunung Raung Jalur Bondowoso Melonjak Saat Libur Lebaran 2025

Setiap harinya terdapat puluhan pendaki yang datang dari berbagai daerah melakukan pendakian ke Gunung Raung.

Tayang:
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Haorrahman
tribunjatimtimur/Polsek Sumber Wringin
PENDAKI - Sejumlah pendaki terlihat menyimak briefing yang disampaikan oleb tim Basecampt Pendakian Gunung Raung di Desa/Kecamatan, Sumber Wringin pada Jum'at (4/4/2025). Terjadi peningkatan pengunjung hingga 50 persen selama libur lebaran ini.. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso Libur Lebaran 2025 dimanfaatkan para pecinta alam untuk menjajal jalur pendakian Gunung Raung melalui Desa Sumber Wringin, Kecamatan Sumber Wringin, Kabupaten Bondowoso. 

Hendrik pengelola basecamp pendakian Gunung Raung di wilayah tersebut, mengungkapkan setiap harinya terdapat puluhan pendaki yang datang dari berbagai daerah. Bahkan tercatat sebanyak 69 orang telah melakukan pendakian hingga sore hari, Jumat (4/4/2025).

“Mereka datang dari berbagai kota seperti Jember, Lumajang, Probolinggo, Pasuruan, Kediri, Surabaya, bahkan ada yang dari Sumatera Utara,” jelas Hendrik saat dikonfirmasi TribunJatimTimur.com.

Sebagian besar pendaki merupakan wisatawan domestik dari luar kota. Hendrik menyebutkan bahwa sekitar 70 persen dari mereka memilih untuk bermalam atau camping di gunung, sementara sisanya melakukan pendakian TekTok—yakni naik dan turun gunung dalam sehari.

Baca juga: Perempuan Ditemukan Tewas Penuh Luka Bacok Tergeletak di Pinggir Jalan Probolinggo

“Usia pendaki rata-rata di atas 25 tahun, walaupun aturan minimal tetap 18 tahun,” tambahnya.

Untuk menjaga keselamatan para pendaki, pihak basecamp selalu melakukan briefing sebelum pendakian dimulai. Materi pengarahan mencakup kesiapan logistik, perlengkapan wajib, jalur pendakian, serta langkah-langkah keselamatan lainnya. Hendrik juga memastikan bahwa petugas basecamp siaga 24 jam dan setiap pendaki dibekali nomor kontak darurat.

“Khusus yang TekTok, kami arahkan agar berangkat malam hingga subuh, supaya mereka tidak turun di malam hari,” ungkapnya.

Hendrik mengakui bahwa lonjakan jumlah pendaki kali ini jauh lebih besar dibanding hari-hari biasa. Menurutnya, kondisi ini terjadi karena masa libur Lebaran yang cukup panjang dan bertepatan dengan cuaca yang mendukung.

Baca juga: Pemudik Nyaris Melahirkan di Kapal, Kesigapan Petugas Pos Terpadu Pelabuhan Situbondo Diapresiasi

“Ya, mungkin karena mumpung libur panjang dan juga karena memang hobi,” tuturnya.

Terkait kondisi Gunung Raung yang sebelumnya sempat mengalami erupsi, Hendrik memastikan bahwa saat ini situasi sudah aman untuk pendakian. Meski begitu, kewaspadaan tetap menjadi prioritas.

“Beberapa waktu lalu memang sempat erupsi, tapi sekarang kondisinya sudah aman. Kami tetap siaga,” ujarnya.

Meskipun kunjungan meningkat pihak pengelola tidak menaikkan tarif pendakian. Biaya masuk tetap sebesar Rp 35 ribu untuk pendaki domestik dan Rp 100 ribu untuk wisatawan mancanegara. Tarif tersebut sudah mencakup asuransi.

“Pendaftaran hanya bisa dilakukan secara langsung di basecamp, tidak melalui online. Karena kami perlu melakukan pengecekan perlengkapan secara langsung,” tambahnya.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(Sinca Ari Pangestu/TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved