Senin, 27 April 2026

Berita Pasuruan

Tinjau Jembatan Antar Desa di Pasuruan Putus Akibat Banjir, Anggota DPRD Minta Segera Perbaiki

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Yusuf Daniyal meninjau jembatan penghubung antar desa di Desa Karangjati Anyar, Kecamatan Wonorejo

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Sri Wahyunik
TribunJatimTimur.com/Galih Lintartika
LIHAT JEMBATAN : Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Yusuf Daniyal saat meninjau jembatan putus di Desa Karangjati Anyar, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (13/5/2025). Jembatan antar desa itu putus akibat diterjang banjir. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PASURUAN - Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Yusuf Daniyal meninjau jembatan penghubung antar desa di Desa Karangjati Anyar, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (13/5/2025).

Jembatan ini dilaporkan putus Senin (12/5/2025) malam setelah diterjang banjir. Akibatnya, aktivitas masyarakat terganggu akibat putusnya jemnatan ini.

Danil, sapaan akrabnya, mengaku prihatin melihat insiden putusnya jembatan yang menjadi penghubung antar desa di Wonorejo ini.

Menurutnya, ini adalah kejadian yang tak terduga. Dia mengaku akan memperjuangkan aspirasi yang disampaikan masyarakat akibat putusnya jembatan ini.

“Tadi kami sudah koordinasi dengan dinas terkait dan kami sudah sampaikan bahwa ada jembatan putus yang perlu penanganan segera,” katanya.

Politisi PKB ini mengaku, dinas sudah menyambut baik aspirasi ini. Bahkan, dalam jangka waktu dekat akan dilakukan perbaikan serta penanganan.

“Kami imbau masyarakat untuk tetap sabar dan jangan panik. Insyallah apa yang menjadi kebutuhan bapak ibu akan kami perjuangkan,” jelasnya.

Baca juga: Polisi Tangkap 27 Pengedar Sabu dan Okerbaya di Jember, Sembilan Orang Residivis

Dia mendorong dinas terkait untuk memberi perhatian khusus terkait kondisi ini. Ia menyebut, jembatan ini menjadi akses masyarakat untuk beraktifitas.

Sementara ini, kata Danil, masyarakat membangun jembatan darurat yang terbuat dari bambu. Hanya saja, jembatan tidak bisa dilintasi kendaraan bermotor.

Jembatan darurat dari bambu ini diperuntukkan untuk masyarakat yang jalan kaki menyeberangi sungai. Untuk kendaraan bermotor sementara harus berputar dulu.

“Ini juga menjadi jalan ekonomi karena masyarakat yang kerja, berjualan dan lainnya selalu melintasi jembatan ini,” tutup Danil.

 

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(TribunJatimTimur.com)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved