Minggu, 26 April 2026

Berita Ponorogo

Pelaku Pelecehan Jathil Reog Ponorogo Minta Maaf, Mengaku Mabuk

Pelaku pelecehan pada penari jathil Reog Ponorogo meminta Mmaaf kepada korban juga pelaku seni Reog di Kabupaten Ponorogo

Editor: Sri Wahyunik
TribunJatim.com/Pramita Kusumaningrum
KLARIFIKASI DAN MINTA MAAF - Pelaku dan penari jathil Reog Ponorogo korban pelecehan saling memaafkan disaksikan tetua Reog Ponorogo, Mbah Pur di di Jalan Puspowarno, Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Selasa (13/5/2025) sore. Meski saling memaafkan, peristiwa itu diharapkan tidak terjadi lagi di kalangan pelaku seni Rog Ponorogo. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PONOROGO - Kasus pelecehan pada penari jathil Reog Ponorogo tidak hanya dilaporkan ke kepolisian. Namun dilakukan klarifikasi di rumah tetua seniman Reog Ponorogo, Hari Purnomo, Selasa (13/5/2025) malam.

Terlihat, beberapa tokoh seniman datang di rumah Mbah Pur—sapaan akrab—tetua seniman Reog Ponorogo Hari Purnomo, di Jalan Puspowarno, Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Kemudian hadir korban, Nuzulul. Pun  pelaku pelecehan Djemono. Terlihat juga dari pihak kepolisian 

Pelaku pelecehan Djemono saat itu menggunakan baju batik berwarna biru hanya bisa menunduk. Warga Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo itu tidak berani berbicara banyak.

Mbah Pur melakukan klarifikasi kedua belah pihak. Djemono mengakui kesalahannya  karena melecehkan Nuzulul saat menari jathil dengan cara memegang pantat.

“Saya ceroboh, saya minta maaf. Saya tidak kontrol karena pengaruh miras,” ungkap Djemono.

Dia tidak hanya meminta maaf kepada korban pelecehan, juga meminta maaf kepada seluruh seniman Reog Ponorogo.

“Saya minta maaf seluruh seniman Reog Ponorogo. Berjanji tidak mengulangi kembali,” tegasnya.

Baca juga: Aktif dan Penuh Inovasi, Anggota DPRD Apresiasi Penggerak PKK Wonosari Kabupaten Pasuruan

Korban Nuzulul mengaku memang menempuh jalur damai. Namun ini menurutnya menjadi pelajaran berharga bagi dia.

“Jathil lainnya ndak usah takut karena kita tuh pelestari budaya. Kejadian ini kita menjadi pembelajaran bersama,” paparnya.

Tetua Reog, Purnomo mengatakan memang melakukan klarifikasi antara kedua belah pihak. Kemudian dilakukan permintaan maaf dari pelaku ke korban dan seniman reog.

“Memang dikumpulkan dari polisi, seniman reog juga korban dan pelaku. Kita klarifikasi dan ini damai. Tetapi jangan sampai ada kejadian lagi,” pungkasnya.

Sebelumnya, sebuah video menggambarkan penari jathil Reog Ponorogo dilecehkan viral. Video itu viral di berbagai media sosial.

Video berdurasi 1 menit lebih awalnya hanya menampakkan jathil menari diiringi dengan gamelan. Kemudian detik ke 39, jathil tersebut kemudian didatangi seorang pria baju berwarna hitam 

Tak lama, pria itu memukul bagian pantat si penari perempuan. Penari jathil langsung menghentikan tariannya dan protes terhadap pria yang memukul pantat.

Baca juga: Polisi Tangani Laporan Dugaan Penganiayaan Senior Terhadap Junior di SMA Taruna Nala Malang

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved