Kamis, 11 Juni 2026

Remaja di Blitar Hanyut Saat Berenang di Sungai Brantas, Tim SAR Turunkan Dua Perahu Karet

Remaja tersebut dilaporkan tenggelam saat berenang menyeberangi Sungai Brantas pada Selasa sore (27/5/2025).

Tayang:
Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Samsul Hadi
PENCARIAN: Tim SAR gabungan menerjunkan 2 unit perahu karet untuk mencari korban hanyut di Sungai Brantas Dusun Gendong, Desa Purworejo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, Rabu (28/5/2025). 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Blitar –Seorang remaja dilaporkan hanyut di Sungai Brantas, Kabupaten Blitar. Pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari SAR, BPBD, TNI, Polri, dan relawan. Pencarian dimulai  Rabu pagi (28/5/2025) dengan menerjunkan dua perahu karet untuk menyusuri aliran sungai.

Korban diketahui bernama M Dava Nur Ilham (19), warga Dusun Gendong, Desa Purworejo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar. Ia dilaporkan tenggelam saat berenang menyeberangi Sungai Brantas pada Selasa sore (27/5/2025).

Baca juga: Tiktoker di Lumajang Emosi Ajakan Balapan Motor Ditolak, Sabetkan Senjata Tajam dan Rampad HP 

Koordinator Unit Siaga SAR Malang, Yoni Fariza, menjelaskan pada hari pertama, pencarian difokuskan di sekitar titik korban terakhir terlihat. “Kami fokus menyisir area sekitar lokasi kejadian. Dua perahu karet kami gunakan untuk mengaduk arus dan mencari kemungkinan keberadaan korban,” ungkapnya.

Radius pencarian dibatasi hingga tiga kilometer dari titik awal korban dilaporkan hanyut. Sebanyak 30 personel gabungan dikerahkan, sebagian menyusuri aliran sungai dari atas perahu, sementara lainnya menyisir dari tepi sungai.

Baca juga: Kerugian Bencana Angin Kencang di Situbondo Capai Rp 1 Miliar

Tim SAR juga berkoordinasi dengan penjaga pintu air yang berada di bawah lokasi kejadian, sebagai langkah antisipasi jika korban terbawa arus lebih jauh. "Tadi malam kami juga mengecek kondisi sungai. Debit air tidak terlalu tinggi, tetapi arusnya deras. Hambatan di lapangan berupa pasir dan sampah, yang dikhawatirkan bisa menutupi jasad korban," jelas Yoni.

Dari keterangan Kepala Dusun Gendong, Sugeng Purnomo, diketahui korban bersama tiga temannya kerap berenang di sungai tersebut, meskipun warga sudah berulang kali memperingatkan mereka. 

Baca juga: Inovasi Pasabber dan Padi Berkah Samapta Polres Situbondo Raih Penghargaan Dirsamapta Polda Jatim

"Anak-anak memang biasa berenang di Sungai Brantas. Mereka sering menyeberang dari utara ke selatan dan sebaliknya. Warga sudah sering mengingatkan, tapi namanya anak-anak, tetap saja nekat," ujarnya.

Saat kejadian, Dava dan tiga temannya sedang berenang menyeberangi sungai dengan bentang sekitar 25 hingga 30 meter. Mereka sempat berhasil menyeberang dari utara ke selatan.

Baca juga: Kota Kediri Luncurkan Program ATM Beras untuk Tekan Kemiskinan Ekstrem

 

Namun, saat berenang kembali ke arah utara, Dava terlihat kesulitan di tengah arus. Ketiga temannya berhasil mencapai tepi, tetapi Dava tidak kuat melawan arus dan akhirnya hanyut.

"Dia sempat berenang ke arah utara, tapi saat di tengah-tengah sungai, dia tidak kuat. Arus membawa tubuhnya dan dia tenggelam. Sampai sekarang, tim SAR masih melakukan pencarian," kata Sugeng.

Hingga saat ini, proses pencarian masih berlangsung, dengan harapan korban segera ditemukan.

(Samsul Hadi/TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved