Jumat, 17 April 2026

Idul Adha 2025

Sapi Jumbo Milik Peternak Tulungagung Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo

Bobot terakhir tercatat mencapai 1.050 kilogram, dan diperkirakan terus bertambah menjelang hari penyembelihan.

Penulis: David Yohanes | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/David Yohanes
MENENANGKAN SAPI - Agus Prasetyo (37) menenangkan sapi jenis limousin di kandang miliknya, di Desa Padangan, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (29/5/2025). Sapi dengan berat 1 ton lebih ini dibeli Presiden Prabowo untuk dikurbankan di Masjid Jami Baitul Khoir Desa/Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Tulungagung – Sapi jenis limousin plus berbobot lebih dari 1 ton milik Agus Prasetyo, peternak asal Desa Padangan, Kecamatan Ngantru, Tulungagung, telah resmi dibeli Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk keperluan kurban Iduladha tahun ini.

Sapi berwarna merah itu kini menjadi perhatian utama di kandang Agus. Bobot terakhir tercatat mencapai 1.050 kilogram, dan diperkirakan terus bertambah menjelang hari penyembelihan.

"Sudah ditimbang langsung saat pembayaran, bobotnya waktu itu 1 ton 50 kilogram. Tapi sekarang mungkin sudah lebih, karena sudah dua minggu dirawat intensif," ujar Agus saat ditemui pada Kamis (29/5/2025).

Baca juga: Juventus Buat Gebrakan Transfer, Bidik Pelatih Inter Milan Apabila Gagal Pulangkan Mantan

Agus menuturkan, pembelian dilakukan pada Senin (26/5/2025) melalui perwakilan dari Dinas Peternakan. Nilainya mencapai Rp 99,9 juta, dibayar secara tunai.

"Permintaan awalnya memang khusus, diminta sapi dengan berat lebih dari 1 ton. Saya tawarkan beberapa sapi jumbo, dan akhirnya dipilih yang ini sesuai dengan anggaran sekitar Rp 100 juta," jelas Agus.

Sapi pilihan Presiden Prabowo itu bukan sembarang hewan. Agus sudah merawatnya selama sekitar satu tahun, sejak dibeli dalam kondisi seberat 600 kilogram dengan harga Rp 36 juta. Dengan perawatan intensif, bobot sapi tersebut melonjak lebih dari 400 kilogram.

Baca juga: UPDATE Sinyal Gebrakan Persija, Bintang Timnas Indonesia Kans Digaet, Potensi Saingan dengan 1 Tim

"Kuncinya ada di kualitas pakan dan perawatan. Saya selalu beri pakan hijauan dan konsentrat secara seimbang, plus vitamin setiap bulan," kata Agus menjelaskan resep sukses penggemukan sapinya.

Sapi itu nantinya akan dikirim ke Masjid Jami Baitul Khoir di Desa sekaligus Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung, untuk disembelih sebagai hewan kurban Presiden.

Desa Padangan, tempat Agus tinggal, memang dikenal sebagai salah satu sentra penggemukan sapi potong di Tulungagung. Agus sendiri sudah menekuni usaha ini sejak tahun 2017, dengan mengambil bibit sapi dari warga untuk kemudian digemukkan hingga ukuran jumbo.

Baca juga: Bobotoh Gigit Jari? Santer Deal dengan Persib Bandung, Bintang PSIS Semarang Kans Ditikung Rival

Pada momen Iduladha tahun lalu, Agus berhasil menjual hingga 200 ekor sapi, dengan berat rata-rata antara 600 hingga 700 kilogram per ekor. Harga jual ditentukan berdasarkan bobot, dengan tarif standar Rp 57.000 per kilogram, dan bisa mencapai Rp 60.000 per kilogram untuk sapi kualitas super.

Namun, usaha penggemukan sapi tak selalu mulus. Agus mengaku sempat terdampak saat terjadi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) beberapa waktu lalu.

"Banyak yang kena PMK, walau syukurnya tidak sampai mati," kenangnya.

Kini, dengan sapinya terpilih sebagai hewan kurban Presiden, nama Agus Prasetyo makin dikenal sebagai salah satu peternak sapi jumbo andalan dari Tulungagung.

(David Yohanes/TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved