Covid Kembali Merebak
Ditemukan Dua Kasus Covid-19 di Jatim, Emil Dardak Imbau Warga Tak Perlu Panik Tapi Tetap Waspada
Di Jawa Timur, sepanjang 2025 telah ditemukan dua kasus covid-19 namun semuanya sudah dinyatakan sembuh
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Sri Wahyunik
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, SURABAYA - Plt Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu terlalu khawatir dengan kenaikan kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Di Jawa Timur, sepanjang 2025 telah ditemukan dua kasus covid-19 namun semuanya sudah dinyatakan sembuh.
Meski mengajak masyarakat tidak perlu panik atau khawatir berlebihan, Emil mengajak masyarakat untuk tetap waspada, meningkatkan imun dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
"Saat ini Covid-19 memang menunjukkan peningkatan di beberapa negara Asia, seperti Thailand, Hongkong, Malaysia dan Singapura dengan varian yang berbeda-beda, namun transmisi penularan dan angka kematian rendah termasuk yang ada di Indonesia." ujarnya, Jumat (6/6/2025).
Berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang penetapan berakhirnya status pandemi Covid-19 di Indonesia, maka saat ini Indonesia dinyatakan endemis Covid-19 yaitu wilayah yang masih ada kasusnya namun tetap terkendali.
Kondisi saat ini, lanjut Emil menunjukkan penurunan kasus yaitu dari 28 kasus pada minggu ke-19 menjadi 3 kasus pada minggu ke-20 dengan varian dominan adalah MB.1.1.
Baca juga: Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ngawi Tewas Akibat Kecelakaan, Kolega Mengaku Terpukul
Sedangkan di Jatim, telah dilaporkan adanya dua kasus Covid-19. Satu kasus terjadi pada bulan Januari (minggu ke 3) dan satu kasus terdeteksi pada bulan Mei 2025 (minggu ke 18) yang saat ini keduanya sudah dinyatakan sembuh.
Seusai mendapatkan laporan dari Kadinkes Jatim, Plt. Gubernur Jatim itu meminta masyarakat tidak perlu panik namun tetap waspada.
Emil juga mengimbau agar masyarakat memperkuat imunitas tubuh melalui makanan bergizi, olahraga, serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) mencuci tangan dan menggunakan masker bagi yang sakit harus mulai di lakukan.
Terutama jika terdapat kondisi tubuh yang kurang fit seperti gejala flu wajib menggunakan masker agar tidak terjadi penularan.
"Masyarakat tidak perlu panik, namun tetap waspada melakukan pencegahan dengan cara menerapkan PHBS, cuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun atau menggunakan hand sanitizer serta menggunakan masker bagi masyarakat yang sakit, yang memiliki daya tahan tubuh rendah, yang memiliki resiko mudah terpapar serta jika berada di kerumunan," sebutnya.
Emil menjelaskan bahwa Covid-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus tergolong dalam family Coronavirus.
Menurutnya, Covid-19 ditularkan dari orang yang bergejala ke orang lain yang berada jarak dekat (dalam 1 meter) melalui droplet.
Penularan juga dapat terjadi melalui benda dan permukaan yang terkontaminasi droplet di sekitar orang yang terinfeksi.
"Gejala yang paling umum adalah demam, rasa lelah, dan batuk kering. Gejala lainnya antara lain hidung tersumbat, pilek, nyeri kepala, sakit tenggorokan, diare, maupun hilang penciuman," tegasnya.
Baca juga: Sapi Kurban Nyebur ke Kolam Ikan Dspendik Jatim, Evakuasi Dibantu Tim Damkar Surabaya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Emil-soal-kasus-COVID-Jatim.jpg)