Selasa, 5 Mei 2026

Berita Jember

Harga Tetes Tebu di Jember dan Banyuwangi Anjlok di Musim Giling 2025

Para petani tebu di Jember dan Banyuwangi mengalami rugi besar di masa panen, sebab harga tetes tebu anjlok di masa musim giling

Tayang:
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Sri Wahyunik
TribunJatimTimur.com/Imam Nawawi
SISWONO - Siswono, ketua APTR PG Glenmore. Siswono menyampaikan keluhan petani tebu tentang anjloknya harga tetes tebu 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, JEMBER - Para petani tebu di Jember dan Banyuwangi mengalami rugi besar di masa panen, sebab harga tetes tebu anjlok di masa musim giling.

Hal tersebut dikatakan Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) PG) Glenmore Siswono, dikonfirmasi di Jember, Jumat (6/6/2025).

Dia mengaku harus mengirimkan surat resmi kepada Menteri Perdagangan, DPR RI, Direktur Utama Holding Sugar Group (SGN), dan Direktur Utama SGN supaya harga tetes tebu bisa kembali stabil.

 "Harga tetes tebu yang anjlok, tentu berdampak langsung pada pendapatan petani. Dan harga tetes tebu saat ini tidak mencerminkan kondisi pasar yang adil bagi petani," ungkapnya.

Siswono menilai jika harga tetes tebu sebesar Rp 2.200 per kilonya, seperti 2024 kemarin. Menurutnya, para petani masih bisa sedikit untung.

"Penurunan harga ini sangat merugikan kami sebagai petani. Kami meminta agar harga tetes tebu minimal sama dengan harga pada musim giling tahun 2024, yaitu sebesar Rp 2.200 hingga Rp 3.000 per kilogram," ucapnya.

Baca juga: Pererat Silaturrahmi, LDII Situbondo Kurban 35 Ekor Sapi dan 29 Ekor Kambing

Siswono mengatakan dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto melalui Peraturan Presiden (Perpres) No. 40 Tahun 2023 tentang percepatan swasembada nasional, seharusnya petani tebu juga diberikan perhatian serius dalam penetapan harga panen.

"Kami berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap nasib petani tebu, terutama dalam hal penetapan harga yang adil dan berkelanjutan," ucap pria yang menjadi anggota DPRD Jember ini.

Siswono meminta Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APTR Pusat dan APTR Provinsi Jawa Timur juga mengawal seruan ini, agar petani tebu dalam negeri tidak dirugikan dalam situasi tersebut.

 "Kami berharap dengan mengadukan masalah ini ke berbagai pihak, suara kami didengar dan ada tindakan nyata untuk memperbaiki situasi ini," ujarnya.

Mengingat penurunan harga tetes tebu ini, kata Siswono, akan menimbulkan dampak signifikan bagi petani, karena komoditas tersebut menjadi mata pencaharian mereka.

"Tetes tebu merupakan salah satu produk sampingan yang memiliki nilai ekonomis bagi petani, dan harga yang tidak stabil dapat mengancam keberlangsungan usaha mereka," tambahnya.

 

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(TribunJatimTimur.com)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved