Rabu, 29 April 2026

LPG 3 Kg Langka

Dugaan Permainan Pasar, Pasokan LPG 3 Kg di Jember Normal, Namun Warga Sulit Mendapatkan

Keberadaan LPG 3 kg sulit didapat masyarakat, meskipun pasar murah digelar masif di Jember padahal stok disebut aman.

Tayang:
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Haorrahman
Tribun Jatim Timur/Sri Wahyunik
PASAR MURAH-Suasana pasar murah gas LPG di Kantor Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (28/4/2026). Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus dan Pemkab Jember menggelar pasar murah elpiji di 31 Kecamatan se-Kabupaten Jember. 

Ringkasan Berita:
  • Pasar murah LPG 3 kg digelar di wilayah kota Jember: Kaliwates, Patrang, dan Sumbersari
  • Setiap lokasi menyediakan 300 tabung dengan harga sesuai HET Rp 18.000
  • Warga mengaku terbantu, namun masih kesulitan mendapatkan LPG di pasaran
  • Agen memastikan pasokan aman, meski permintaan meningkat sejak Ramadan
  • DPRD Jember soroti dugaan penimbunan dan minta pengawasan ketat

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Program pasar murah gas LPG 3 kilogram masif dilakukan di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Namun, meski demikian masyarakat masih kesulitan mendapatkan tabung gas subsidi tersebut, padahal stok aman.

Seperti Selasa (28/4/2026), pasar murah LPG digelar di tiga kecamatan, yakni Kaliwates, Patrang, dan Sumbersari.

Program yang diinisiasi Pertamina Patra Niaga wilayah Jatimbalinus bersama Pemkab Jember ini telah berlangsung sejak 20 April 2026 dan menyasar seluruh 31 kecamatan di Jember hingga 4 Mei 2026.

Di Kecamatan Kaliwates, pasar murah dipusatkan di Kantor Kecamatan di Jalan Hayam Wuruk. Berbeda dengan pelaksanaan di wilayah pinggiran sebelumnya, antrean panjang tidak terlihat di lokasi ini. Warga datang, membeli, dan langsung pulang tanpa penumpukan.

Baca juga: Setelah LPG, MinyaKita juga Naik Tembus Rp 22.000 per Liter di Jember, Stok Langka di Pasaran

Harga Sesuai HET

Sebanyak 300 tabung LPG subsidi ukuran 3 kilogram disediakan di setiap titik pasar murah. Harga jual ditetapkan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp 18.000 per tabung.

Pembelian dibatasi satu tabung per orang dengan syarat menunjukkan identitas diri berupa KTP atau Kartu Keluarga (KK). Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan distribusi tepat sasaran.

Baca juga: Operasi Pasar LPG Jember April–Mei 2026: Stok Dipastikan Aman, Ini Jadwal dan Harganya

Warga Sulit Mendapatkan

Sejumlah warga mengaku terbantu dengan adanya pasar murah, meski distribusi LPG masih dirasakan belum merata.

“Meski hanya dapat satu tabung. Sekarang ini nyari cukup sulit. Saya sampai beli di toko jarak 2 kilometer dari rumah,” ujar Yuliana, warga Kelurahan Sempusari.

Ia menyebut harga LPG di tingkat pengecer bisa mencapai Rp 20.000 per tabung. Kondisi ini menyulitkan, terutama karena ia membutuhkan gas setiap hari untuk memasak makanan khusus bagi ibunya yang sakit.

“Kalau gas habis pasti kebingungan,” tambahnya.

Baca juga: Kelangkaan LPG Non Subsidi di Lumajang, Pengusaha Kuliner Berburu hingga Probolinggo

Pasokan Normal

Di sisi lain, pihak agen memastikan pasokan LPG di Jember dalam kondisi normal. Pemilik agen, Maya Sofa, menyebut peningkatan permintaan memang terjadi, terutama sejak Ramadan, namun telah diimbangi dengan penambahan pasokan dari Pertamina.

“Pasokan normal-normal saja. Memang ada kenaikan permintaan saat Ramadan, hanya saja pasokan juga ditambah,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak panik dan membeli sesuai kebutuhan.

Baca juga: Habiskan 10 Tabung LPG 3 Kg Sehari, Warung Mak Rumpit di Lumajang "Dipaksa" Beralih ke Non-Subsidi

Dugaan Permainan Pasar

Meski pasokan disebut aman, kondisi di lapangan yang menunjukkan kesulitan akses membuat DPRD Jember mempertanyakan situasi tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved