Minggu, 17 Mei 2026

Berita Surabaya

Pemkot Surabaya akan Pasang Portal di Seluruh Kampung Cegah Curanmor

Program ini ditargetkan rampung Agustus 2025, dan diharapkan melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat.

Tayang:
Penulis: Faiq Nuraini | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Nuraini Faiq
JAGA KEAMANAN: Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Eri Irawan, menyatakan dukungannya terhadap rencana ini dan menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menciptakan keamanan lingkungan. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Surabaya – Pemkot Surabaya akan memasang portal di seluruh kampung sebagai langkah antisipatif terhadap meningkatnya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Program ini ditargetkan rampung Agustus 2025, dan diharapkan melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat dalam proses pemasangan hingga penjagaan portal.

Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Eri Irawan, menyatakan dukungannya terhadap rencana ini dan menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menciptakan keamanan lingkungan.

“Keamanan lingkungan tidak bisa hanya diserahkan kepada Pemkot atau kepolisian. Warga harus turut ambil bagian. Ini soal tanggung jawab bersama,” ujar Eri, Jumat (6/6/2025).

Baca juga: Sapi Kurban Nyebur ke Kolam Ikan Dspendik Jatim,  Evakuasi Dibantu Tim Damkar Surabaya

Pemasangan portal ini akan mengikuti standar keamanan kampung dan dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing wilayah. Eri menegaskan, kampung-kampung yang membutuhkan penjaga portal dapat memberdayakan warga dengan memberikan insentif yang sesuai.

Beberapa kampung di Surabaya sudah menerapkan sistem keamanan mandiri. Salah satunya adalah Kampung Menur Pumpungan yang menerapkan one gate system melalui Menur Gang 1. Di kampung ini, warga secara gotong-royong menyediakan insentif bagi petugas jaga malam.

Baca juga: 80 Persen Curanmor di Surabaya Dikirim ke Madura, Pemkot dan Polisi Siapkan Antisipasi Pencegahan

“Ada portal yang dijaga petugas khusus, dan warga yang menyediakan insentifnya. Ini bentuk partisipasi nyata. Semua kampung bisa meniru, asal ada komitmen bersama,” imbuh politisi dari PDIP itu.

Eri juga menekankan penjagaan portal sebaiknya dilakukan oleh warga kampung sendiri. Hal ini dianggap efektif karena penjaga akan lebih mengenal penduduk lokal, sehingga mudah mengidentifikasi pendatang atau orang asing yang mencurigakan.

Selain itu, Eri menyarankan agar keberadaan portal dilengkapi dengan sistem keamanan berbasis masyarakat seperti ronda malam atau Siskamling. Menurutnya, portal hanyalah alat bantu, sementara Siskamling merupakan sistem utama dalam menjaga lingkungan.

“Siskamling itu sistemnya, portal kampung hanya fasilitas pendukung. Jika keduanya berjalan seiring, maka keamanan kampung bisa benar-benar terjaga,” jelasnya.

Baca juga: 10 Tersangka Curanmor Diringkus Polisi, Sebagian Masih Pelajar

Kampung Klampis Ngasem juga menjadi contoh baik dari penerapan keamanan berbasis masyarakat. Di kampung ini, sekitar 70 warga dari 7 RT membentuk satuan pengamanan swadaya tanpa menerima honor. Mereka secara sukarela berkeliling kampung menggunakan sepeda untuk memantau keamanan lingkungan.

“Luar biasa, mereka menjaga kampung tanpa pamrih. Ini adalah contoh nyata solidaritas warga untuk menciptakan lingkungan yang aman,” ujar Eri.

Eri juga mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya untuk turut aktif melakukan sosialisasi terkait standar pemasangan portal dan perizinan yang dibutuhkan. Ia menilai, untuk jalan kampung, proses perizinan sebaiknya tidak dipersulit agar inisiatif warga dapat segera terealisasi.

“Kami mendorong Dishub untuk menjemput bola, membantu warga memahami prosedur dan standar teknis portal. Jangan sampai niat baik warga terhambat aturan yang terlalu birokratis,” tambahnya.

Baca juga: Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno Kota Blitar, Juru Bicara PDIP: Ini Tradisi Tiap Tahun 

Eri menegaskan, menciptakan lingkungan yang aman adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah. Ia mendorong agar lembaga di tingkat kelurahan, RW, dan RT turut berdaya serta dalam program keamanan lingkungan ini.

Komisi C DPRD Surabaya, lanjut Eri, akan terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program pemasangan portal kampung agar berjalan sesuai harapan.

“Kita semua harus peduli dengan keamanan lingkungan. Ini soal kepentingan bersama, dan harus dikerjakan secara kolektif,” tambahnya.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved