Selasa, 19 Mei 2026

Travel

Berdiri Sejak 1958, Soto Dahlok Jember Jadi Langganan Pesohor

Berkunjung ke Kabupaten Jember, Jawa Timur tidak lengkap rasanya bila belum mencoba menikmati wisata kuliner legendarisnya bernama Soto Dahlok

Tayang:
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Sri Wahyunik
TribunJatimTimur.com/Imam Nawawi
SIBUK: Dwi Sugiarto salah satu pengelola Soto Dahlok menyajikan kuliner untuk konsumennya yang datang di Warungnya Jalan Fatahiah di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Jember Jawa Timur, Minggu (22/6/2025). Soto legendaris di Jember ini menjadi langganan tokoh masyarakat hingga para bupati. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, JEMBER - Berkunjung ke Kabupaten Jember, Jawa Timur tidak lengkap rasanya bila belum mencoba menikmati salah satu kuliner legendarisnya, yakni Soto Dahlok.

Kuliner legendaris di Jalan Fatahilah Terletak di Jalan Fatahilah, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Jember, ini sudah berdiri 1958.

Meski kondisi warungnya cukup sederhana, kuliner ini konon sudah menjadi langganan pesohor seperti Sujiwo Tejo.

Soto Ayam yang dikelola Agus Subiantoro dan Dwi Sugiarto tersebut memiliki cita rasa khas, karena mereka memiliki resep khusus yang diwariskan oleh kakeknya agar digemari para konsumen khususnya warga Jember.

Tampak, lokasi warung soto tersebut berada di kawasan kota dan hanya berjarak kisaran 100 meter dari Alun-alun Kabupaten Jember.

Agus Subiantoro, Pengelola Warung Soto Dahlok Jember mengungkapkan tokoh masyarakat Sujiwotejo juga kerap mengunjungi warungnya, ketika pulang kampung di Kabupaten Jember.

"Sujiwo Tejo itu sering datang sini, pasti mampir di sini kalau ada di Jember," ujarnya, Senin (23/6/2025).

Baca juga: Ajang Kapolda Jatim Cup 2025, Polres Probolinggo Bawa Pulang Dua Medali

Selain budayawan tersebut, Agus mengatakan artis terkenal seperti Asmiranda juga pernah mencicipi kuliner legendaris milik kakeknya tersebut.

Lebih lanjut, katanya, beberapa kepala daerah Jember lintas generasi juga mencicipi kulinernya, mulai Bupati MZ Djalal, Faida, Hendy Siswanto, hingga Muhammad Fawait.

Menurutnya, hal ini karena racikan bumbu Soto Dahlok diwariskan kakeknya, agar cita rasa kuliner ini bisa tetap terjaga.

"Salah satunya dengan tidak mengunakan koya sebagai penyedap, tetap memperbanyak bawang putih bawang merah supaya kuahnya tetap segar," imbuh Agus.

Selain itu strategi bisnis yang diajarkan kakeknya adalah dengan memberikan pelayanan ramah terhadap konsumen. Kata dia, supaya mereka bisa kembali berkunjung di warungnya.

Sementara kulinernya ini menjadi jujugan para bupati lintas generasi, katanya, hal ini berkat kelihaian kakeknya dalam membangun relasi dengan pejabat Pemerintah Daerah (Pemda) Jember saat merintis usaha.

"Karena dulu awalnya kakek ini banyak relasi di Pemda. Jadi beliau semacam promosi penawaran gitu, kalau mau datang itu bisa di sini. Seperti itu pemasarannya.” ungkapnya.

Mengingat di tahun itu, dia menjelaskan kakek-neneknya baru berhijrah dari Jombang ke Kabupaten Jember guna merintis usaha soto ayam di kota yang kala itu masih berkembang. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved