Berita Bondowoso

Debit Air Sungai Meningkat, Camat dan Pos Pengamatan Gunung Raung Tegaskan Bukan Lahar Dingin

Beredar video di media sosial menunjukkan debit air meningkat di objek wisata Teduh Glamping dan sungai di Desa Rejo Agung, Sumberwringin, Bondowoso

Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Sri Wahyunik
TribunJatimTimur.com/Istimewa Warga Sukosari Kidul
BANJIR - Debit air di objek wisata Teduh Glamping, aliran Sungai Sumberwringin, Kecamatan Sumberwringin, Bondowoso meningkat setelah hujan sepekan, pada Sabtu (28/6/2025). Sempat ramai disangka lahar dingin namun dipastikan bukan namun hanya debit air yang meningkat. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, BONDOWOSO - Beredar video di media sosial menunjukkan debit air meningkat di objek wisata Teduh Glamping dan sungai di Desa Rejo Agung, Kecamatan Sumberwringin, Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu (28/6/2025).

Air yang mengalir deras itu diperkirakan bercampur dengan lumpur.

Meski tak disertai keterangan apa pun dalam video yang beredar di Facebook. Namun, banyak warga mengira air tersebut adalah lahar dingin Gunung Raung.

Camat Sumberwringin, Probo Nugroho, menegaskan banjir tersebut bukan lahar dingin Gunung Raung. Melainkan, debit air yang meningkat dari aliran sungai Gunung Raung karena hujan yang terjadi  sepekan terakhir ini.

"Air bah dari Gunung Raung," tegasnya dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, meningkatnya debit air di aliran sungai terjadi sejak pukul 09.00 WIB. Namun, dipastikan saat ini airnya sudah mulai surut.

"Sudah surut," tegasnya.

Dipastikan debit air yang tinggi masih bisa ditampung aliran sungai Sumberwringin, tidak sampai merembet ke rumah-rumah warga.

"Masih aliran sungai Sumberwringin masih bisa menampung, memang debitnya agak naik," ungkapnya.

Baca juga: Sosok Perwira TNI AL yang Dikeroyok di Terminal Arjosari Malang, Dikenal Baik oleh Pedagang Asongan

Ia pun menegaskan objek wisata Teduh Glamping sudah dibuka lagi setelah sempat ditutup saat debit air meningkat. Namun wisatawan sekarang tak boleh berenang atau pun turun ke aliran sungai, hanya boleh menikmati pemandangan.

Ketua Pos Pengamatan Gunung Raung, Agung Tri Subekti, menegaskan, lahar Gunung Raung tidak keluar dari kaldera.

"Tak seperti gunung lain yang materialnya dari kawah kan. Jadi kalau banjir lahar dingin kurang tepat," ujarnya.

Menurut pengamatan di pos, material lava Gunung Raung tetap di dalam kawah. Tapi, yang keluar hanya abu vulkanis.

"Yang keluar itu cuma abu. Abu itu juga yang erupsi ini sangat minim. Tidak akan sampai banjir lahar," pungkasnya.

 

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(TribunJatimTimur.com)

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved