Jumat, 15 Mei 2026

Berita Jember

Dikeluhkan di Wadul Gus e, Bupati Jember Lakukan Pengaspalan di Perlintasan Kereta Api

Perlintasan tersebut dikeluhkan warga karena kerap menimbulkan kemacetan dan rawan kecelakaan, terutama saat hujan.

Tayang:
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Haorrahman
Diskominfo Jember
DIKELUHKAN: Kondisi perlintasan sebidang kereta api di Pecoro, Kecamatan Rambipuji, Jember, Jawa Timur, Senin (7/7/2025). Masyarakat banyak mengeluhkan perlintasan itu karena dinilai licin dan membahayakan pengendara sepeda motor. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember – Bupati Jember Muhammad Fawait merespons cepat laporan masyarakat terkait kondisi membahayakan di perlintasan kereta api Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji. Perlintasan tersebut dikeluhkan warga karena kerap menimbulkan kemacetan dan rawan kecelakaan, terutama saat hujan.

Keluhan itu disampaikan melalui kanal pengaduan warga Wadul Gus’e, yang kemudian langsung ditindaklanjuti oleh Fawait, Senin sore (7/7/2025). Fawait turun langsung ke lokasi bersama sejumlah pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mengecek kondisi di lapangan.

“Kami memang tidak memiliki kewenangan langsung atas infrastruktur ini karena berada di bawah pengelolaan PT KAI dan Balai Besar. Namun, saya tegaskan, hukum tertinggi adalah menyelamatkan nyawa warga Indonesia, termasuk warga Jember,” ujar Fawait.

Baca juga: Sempat Dikaitkan dengan Persija, Bek Kiri Portugal Beri Jawaban Kejutan, Jakmania Rela?

Menurutnya, permukaan perlintasan yang licin, terutama saat hujan, sangat berbahaya bagi pengendara motor karena meningkatkan risiko tergelincir. Kondisi ini juga menjadi pemicu utama kemacetan, yang bisa berdampak lebih luas pada mobilitas dan keselamatan warga.

Pemkab Jember, lanjut Fawait, telah mengirim surat resmi kepada Balai Besar dan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) untuk menindaklanjuti situasi tersebut. Ia meminta agar perbaikan segera dilakukan, tanpa menunggu waktu lama.

Baca juga: Piala Presiden 2025 Memakan Korban, 1 Sosok Senior Persib Bandung Masuk Daftar Pemain Cedera

“Saya minta dalam satu hingga dua hari ke depan sudah ada langkah nyata di lapangan. Kalau tidak ada, kami akan turun kembali dan melaporkan langsung ke pemerintah pusat di Jakarta. Menyelamatkan nyawa lebih penting daripada birokrasi kewenangan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati juga mendorong warga Jember untuk aktif menyampaikan berbagai persoalan publik melalui platform Wadul Gus’e. Ia menilai partisipasi masyarakat sangat penting untuk mempercepat respons pemerintah dalam menyelesaikan masalah-masalah di lapangan.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved