Jumat, 12 Juni 2026

KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam

Lima Hari Bertahan di Posko Kapal Tenggelam Menanti Kabar Sang Anak, Erna Lemas Sampai Diinfus

Erna tampak lemas terbaring di Posko Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi setelah bertahan 5 hari menunggu kabar sang anak

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Sri Wahyunik
TribunJatimTimur.com/Aflahul Abidin
LEMAS - Erna, keluarga salah satu korban KMP Tunu Pratama Jaya terbaring lemas di Posko Pelabuhan Ketapang, Senin (7/7/2025). Lima hari dia bertahan di posko itu untuk menunggu kabar keberadaan sang anak. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, BANYUWANGI - Erna tampak lemas terbaring di Posko terpadu pencarian dan penyelamatan KMP Tunu Pratama Jaya di Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur Senin (7/7/2025). 

Tangannya diinfus, hidungnya diberi bantuan selang oksigen.

Erna bersama anggota keluarganya bertahan di posko sejak hari pertama pencarian atau Kamis (3/7/2025).

Mereka menanti hasil pencarian KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali.

Anak Erna, Daniar Nadief (21), disebut menjadi salah satu korban kapal tenggelam. Meski namanya tak masuk ke dalam daftar manifes, keluarga yakin Daniar adalah penumpang di kapal tersebut.

Andriyanto, suami Erna, mengatakan, Daniar hendak berangkat ke Bali untuk bertemu dengan rekannya. Ia berangkat dari rumah pada Rabu (2/7/2025) malam, atau beberapa jam sebelum kejadian.

"Daniar baru saja pulang dari Kalimantan. Tiga hari di rumah, ia pamit pergi ke Bali," ujar Andriyanto.

Baca juga: Kontingen Lumajang Duduki Peringkat 17 Porprov Jatim 2025, Bupati Pastikan Tetap Beri Bonus

Pihak keluarga mengetahui kabar kapal tenggelam pada Kamis pagi. Sejak saat itu, mereka tak bisa menghubungi Daniar. 

Ingin mendapat kepastian, keluarga pun berangkat dari kediaman mereka di Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi untuk mendapat kabar.

Sejak hari pertama, keluarga tak kunjung mendapati nama Daniar dalam daftar korban selamat maupun meninggal. Selama pencarian terus dilakukan, Erna dan keluarganya akan terus bertahan di posko.

Pipin Arisandi, Kasubag Administrasi Umum Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Probolinggo yang bertugas di posko, menjelaskan, Erna mendapat perawatan khusus karena lemas.

"Yang bersangkutan hanya tadi malam makannya. Pagi tadi sudah tidak enak makan, terus akhirnya kami lakukan tindakan sesuai dengan SOP permedisan," kata Pipin.

Petugas kesehatan juga telah memeriksa tensi, saturasi, dan lain-lainnya. Saat diperiksa, kondisinya menurun. 

"Sekarang Alhamdulillah saturasi oksigennya bagus. kemudian untuk hari ini, tensinya juga sudah bagus. Tinggal lemasnya tadi ya, jadi kita lakukan infus," tutur dia.

Setelah diinfus, korban telah bisa makan. Setidaknya, perutnya telah terisi empat sendok nasi dan susu. 

 

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(TribunJatimTimur.com)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved