Senin, 27 April 2026

Berita Bondowoso

Kesadaran Rendah, Banyak Pengendara Motor di Bondowoso Tak Pakai Helm 

Jumlah pelanggaran lalu lintas di Bondowoso selama Operasi Patuh Semeru 2025 naik signifikan, didominasi oleh pengendara yang tidak mengenakan helm.

Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Haorrahman
Istimewa: Anggota Satlantas Polres Bondowoso Aipda Eko Setya
SOSIALISASI KESELAMATAN: Anggota Satlatas Polres Bondowoso, Aipda Eko Setya saat melakukan sosiliasi ke komunitas dan warga pengguna jalan selama operasi patuh semeru 2025. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Kesadaran masyarakat Bondowoso terhadap keselamatan berlalu lintas rendah. Ini terlihat dari jumlah pelanggaran lalu lintas di Bondowoso selama Operasi Patuh Semeru 2025 naik signifikan, didominasi oleh pengendara yang tidak mengenakan helm.

Dalam operasi yang berlangsung selama 14 hari sejak 14 Juli 2025, tercatat sebanyak 8.187 pelanggaran, berdasarkan data dari Satlantas Polres Bondowoso, terdapat 1.240 pelanggaran yang ditindak melalui tilang ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) Mobile, 236 pelanggaran dengan tilang manual, 6.711 pelanggaran berupa teguran kepada pengendara.

Baca juga: Panik karena Menangis, Mahasiswi Bunuh Bayi yang Baru Dia Lahirkan di Kamar Mandi

Kasat Lantas Polres Bondowoso, AKP Achmad Rochan, menyampaikan terjadi peningkatan jumlah penindakan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

"Pelanggaran naik hingga 58 persen atau sekitar 3.021 perkara dibandingkan periode yang sama tahun lalu," ujarnya, Jumat (1/82025).

Menurut Rochan, jenis pelanggaran yang paling sering ditemukan selama operasi adalah pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm. 

“Pelanggaran paling banyak karena tidak menggunakan helm,” jelasnya.

Baca juga: Polres Gresik Periksa Delapan Saksi Kasus Pembunuhan Pengemudi Ojol Sevi

Merespons tingginya angka pelanggaran, polisi meningkatkan pendekatan preventif kepada masyarakat. 

Program Polantas Menyapa, yang melibatkan edukasi di sekolah-sekolah hingga komunitas masyarakat, akan digiatkan lebih intens.

"Harapannya masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas," kata AKP Rochan.

Baca juga: Menko Zulhas Sebut Banyuwangi Membawa Nama Baik Indonesia di Mata Dunia Lewat TdBI

Meski pelanggaran meningkat, jumlah kecelakaan lalu lintas justru mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024. Pada 2025 tercatat hanya 9 kasus kecelakaan, sementara pada tahun sebelumnya terdapat 15 kasus.

Dari jumlah itu tidak ada korban jiwa. Polisi mencatat 15 korban luka ringan dan kerugian materiil sekitar Rp 3,4 juta.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved