Rabu, 13 Mei 2026

Berita Bondowoso

Diduga Alami KDRT Pekerja Migran Asal Bondowoso Minta Dipulangkan dari Malaysia

Perempuan tersebut mengaku bernama Hartatik dan berasal dari Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Haorrahman
Istimewa: Media Sosial
MINTA PULANG: Tangkapan layar video wanita mengaku bernama Hartatik, pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia diduga asal Bondowoso yang meminta bantuan untuk pulang Indonesia ke Presiden, DPR RI, dan Bupati Bondowoso. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Video beredar di media sosial memperlihatkan seorang perempuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia, meminta bantuan untuk dipulangkan ke Tanah Air. Perempuan tersebut mengaku bernama Hartatik dan berasal dari Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Dalam video berdurasi 1 menit 33 detik itu, Hartatik terlihat mengenakan kerudung coklat dan menyampaikan permohonannya kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Luar Negeri, anggota DPR RI Nasim Khan, serta Bupati Bondowoso, KH Hamid.

Baca juga: Jadi Gabung Chelsea? Sudah Hapus Nama RB Leipzig, Xavi Simons Masih Umbar Kode saat Latihan Tim

"Saya sekarang ada di Malaysia. Sudah 10 tahun saya mengarungi bahtera rumah tangga dan mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Sekarang posisi saya kabur dari suami saya dan luntang-lantung di Malaysia. Paspor saya ditahan oleh majikan saya sebelumnya, sehingga saya tidak bisa pulang. Saya juga tidak punya ongkos. Mohon bantuannya," ujar Hartatik dalam video tersebut.

Direktur Nasim Khan Indonesia (NKI), Aurangzeb, menyatakan pihaknya telah mengantongi identitas lengkap Hartatik. Ia merupakan warga Desa Taal, Kecamatan Tapen, Bondowoso.

Baca juga: Satlantas Polres Pasuruan Ungkap Kasus Tabrak Lari, Sopir Truk Ditangkap

“Kami sudah berkomunikasi langsung dengan Kepala Desa Taal, dan benar bahwa Hartatik adalah warganya. Dia memang sudah bekerja di Malaysia selama 10 tahun dan menikah dengan warga setempat,” jelas Aurangzeb, Sabtu (2/8/2025).

Menurut Aurangzeb, saat ini Hartatik telah ditampung di tempat penampungan WNI di Malaysia. Tim dari NKI bersama Direktorat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri juga telah mulai mengawal proses pemulangan.

Baca juga: Usai Ditolak 2 Kali, Inter Milan Siap Beri Tawaran Baru pada Atalanta untuk Gaet Ademola Lookman

“Tim perlindungan WNI sudah bergerak. Insyaallah kami akan bantu upayakan pemulangannya ke Bondowoso,” ujarnya.

Ia juga menambahkan anggota DPR RI Nasim Khan sudah mulai menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk mempercepat proses tersebut.

Sementara Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja Kabupaten Bondowoso, Nunung Setianingsih, menyampaikan masih menelusuri keabsahan video tersebut.

Baca juga: Pemkab Pasuruan Siapkan Insinerator Atasi Penumpukan Sampah di TPA Wonokerto

“Meski dalam video disebutkan nama Bupati dan anggota DPR RI, namun tidak ada informasi jelas tentang alamat atau keluarga yang bisa dijadikan rujukan. Saat ini masih kami telusuri bersama tim,” jelas Nunung.

Namun demikian, ia memastikan pemerintah daerah akan siap memfasilitasi pemulangan jika identitas dan kondisi PMI tersebut telah terverifikasi.

“Kami akan bantu fasilitasi melalui kedutaan jika memang benar ada PMI asal Bondowoso yang membutuhkan bantuan,” tambahnya.

Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Bondowoso, Merry Dian Kharisma Pribadi, juga menyatakan organisasinya siap untuk mengawal proses pemulangan.

“Kalau identitasnya sudah jelas, kami siap membantu,” tegas Merry.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved