Rabu, 13 Mei 2026

Berita Bondowoso

Bondowoso Menyala, 498 Rumah Tangga Dapat Sambungan Listrik Gratis

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Aula Gus Dur, Kecamatan Maesan, Jumat (8/8/2025).

Tayang:
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Sinca Ari Pangistu
BANTUAN: Sekretaris Daerah Fathor Rozi bersama Ketua Komisi II DPRD Bondowoso, Tohari saat menyerahkan secara simbolis bantuan listrik gratis pada masyarakat penerima, di Aula Gusdur, Kecamatan Maesan, Bondowoso, Jawa Timur, pada Jum'at (8/8/2025). 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Sebanyak 498 rumah tangga di Kabupaten Bondowoso mendapat sambungan listrik gratis berdaya 450 VA dan 900 VA. Bantuan ini merupakan bagian dari program “Bondowoso Menyala” yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Aula Gus Dur, Kecamatan Maesan, Jumat (8/8/2025).

Setiap penerima bantuan mendapatkan KWh meter, kabel, pitingan, saklar, lampu, serta token listrik perdana senilai Rp 300 ribu. Biaya pemasangan sepenuhnya ditanggung pemerintah, sehingga warga tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan.

Program ini menyasar warga di Kecamatan Maesan, Wringin, Binakal, Grujugan, dan Jambesari Darus Sholah. 

Baca juga: Ratusan Anak Tampil Memukau di World Kids Carnival JFC 2025 

Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathor Rozi, menjelaskan bantuan ini untuk rumah tangga yang belum teraliri listrik di daerahnya.

“Ini subsidi dari Pemprov Jatim. Dengan bantuan ini, PR pemerintah daerah terkait sekitar 5 ribuan rumah tangga di 31 dusun yang belum teraliri listrik perlahan berkurang,” ujarnya.

Meski begitu, ia mengakui untuk menuntaskan seluruh kebutuhan listrik di Bondowoso, diperlukan berbagai skema pembiayaan lain. 

Secara regulasi biaya pemasangan listrik tidak dapat dianggarkan melalui APBD kabupaten.

Baca juga: 2 Ton Beras SPHP Digelontor di Beberapa Titik di Banyuwangi untuk Redam Lonjakan Harga

Salah satu langkah yang ditempuh adalah menjalin kerja sama dengan pihak swasta. 

“Kami sudah menyuarakan kepada PT Medco agar bisa berkontribusi melalui program CSR, bukan hanya untuk rumah tangga tapi juga penerangan jalan umum,” tambah Fathor Rozi.

Ketua Fraksi PKB sekaligus Ketua Komisi II DPRD Bondowoso, Tohari, mengungkapkan  bantuan listrik sebenarnya sudah dianggarkan sejak 2004. Namun, terbitnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2014 membuat APBD kabupaten tidak lagi bisa digunakan untuk bantuan jaringan listrik maupun KWh meter gratis.

Baca juga: Berangsur Pulih, Kemacetan Ekstrem di Ketapang Rugikan Pelaku Jasa Wisata di Banyuwangi

“Untuk pemasangan jaringan listrik dan bantuan listrik gratis, kita mengandalkan APBN dan APBD provinsi,” jelasnya.

Meski terbentur aturan, pemerintah daerah bersama DPRD tetap berupaya aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat dan provinsi. Tahun lalu, bantuan dari APBN sudah dipasang oleh PLN, dan tahun ini kembali diperkuat lewat program Pemprov Jatim.

Menurut Tohari, pihaknya memiliki data lengkap by name by address warga yang belum teraliri listrik. Ia bahkan memprediksi jumlahnya bisa bertambah karena adanya pembangunan rumah baru setiap waktu.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved