Berita Banyuwangi
Pemecah Batu Sungai Terseret Arus saat Aliran Meluap di Banyuwangi
Upaya pencarian terhadap korban bernama Ponirin (50), warga Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon itu tengah dijalankan oleh tim SAR gabungan.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
Ringkasan Berita:
- pekerja pemecah batu di Sungai Badeng, Kecamatan Songgon hanyut terseret arus saat aliran sungai tersebut tiba-tiba meninggi, Jumat (5/12/2025).
- Upaya pencarian terhadap korban bernama Ponirin (50), warga Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon itu tengah dijalankan oleh tim SAR gabungan.
- Koordinator Pos Basarnas Banyuwangi Wahyu Setya Budi mengatakan, korban terseret arus sekitar pukul 13.00 WIB.
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Seorang pekerja pemecah batu di Sungai Badeng, Kecamatan Songgon hanyut terseret arus saat aliran sungai tersebut tiba-tiba meninggi, Jumat (5/12/2025).
Upaya pencarian terhadap korban bernama Ponirin (50), warga Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon itu tengah dijalankan oleh tim SAR gabungan.
Koordinator Pos Basarnas Banyuwangi Wahyu Setya Budi mengatakan, korban terseret arus sekitar pukul 13.00 WIB. Setiap harinya, korban memang beraktivitas untuk memecah batu di sungai saat aliran surut.
Lokasi korban beraktivitas berada di aliran sungai wilayah Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon.
"Saat banjir mulai datang, korban sedang memecah batu di tengah sungai," terang Wahyu.
Baca juga: Segera Diterapkan Nasional, Bupati Ipuk Bersama Tiga Menteri Paparkan Digitalisasi Bansos
Warga yang berada di sekitar lokasi sebenarnya telah memperingatkan korban. Musababnya, aliran sungai pada daerah hulu tengah meningkat akibat hujan deras. Korban juga telah diminta agar meninggalkan sungai.
"Korban sudah peringatkan untuk segera naik. Namun mengabaikan," ucapnya.
Selang 15 menit kemudian, arus sungai di tempat korban memecah batu mulai meningkat pesat. Korban panik dan berupaya untuk mencapai pinggir. Namun arus yang deras membuat korban susah untuk melakukannya sendiri.
Baca juga: Jasad Bayi Laki-Laki dalam Kardus di Atas Makam Hebohkan Warga Jember
"Korban berusaha berpegangan batu sembari menunggu temanya mengambil alat bantu. Namun ketika temanya datang membawa tali, korban sudah hanyut," ucap Wahyu.
Setelah menerima laporan tersebut, tim SAR Banyuwangi berangkat ke lokasi untuk memulai pencarian. Proses pencarian turut dibantu oleh unsur-unsur lain yang tergabung dalam tim SAE gabungan.
"Malam ini tim berangkat ke lokasi," sambungnya.
Baca juga: Banjir Lahar Dingin Semeru, Material Vulknik Masuk ke Permukiman Sumberlangsep
Kapolsek Songgon AKP Puji Wahyono mengatakan, warga telah berupaya untuk mencari keberadaan korban dengan menyusuri arus sungai dari daratan.
"Namun belum membuahkan hasil," ufapnya.
Ia menyebut, aliran Sungai Badeng meninggi dengan warna air kecoklatan. Hal tersebut menghambat proses pencarian.
| Inovatif, Warga Kelurahan Bakungan Banyuwangi Miliki Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan |
|
|---|
| Imbas Rupiah Melemah, Biaya Perawatan Angkutan Kapal Turut Membengkak |
|
|---|
| Macet di Jalur Menuju Pelabuhan Ketapang Terus Berulang, ASDP Sebut Dampak Lonjakan Truk |
|
|---|
| Modus Baru Penipuan Brilink Banyuwangi, Pelaku Bobol WhatsApp Korban Rugi Rp 19 Juta |
|
|---|
| Jadi Best Practice Daerah Inklusif, Perkins International Gelar Lokakarya di Kabupaten Banyuwangi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Sungai-badeng.jpg)