Kamis, 11 Juni 2026

Berita Banyuwangi

Penguatan Pola Kerja ASN, Banyuwangi Datangkan Prof Rhenald Kasali Hadapi Era Quantum Age

Prof Rhenald Kasali mengajak ASN Banyuwangi beradaptasi dengan Quantum Age, era perubahan cepat berbasis AI, teknologi digital, dan ketidakpastian.

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
Tribun Jatim Timur/Aflahul Abidin
Capacity Building - Rhenald dalam Capacity building ASN Go Digital: Kolaborasi, Inovasi, dan Transformasi untuk Pemerintahan Masa Depan, yang diikuti ribuan ASN Pemkab Banyuwangi di Banyuwangi, Senin sore(15/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Prof. Rhenald Kasali mengajak ASN Banyuwangi bersiap menghadapi Quantum Age
  • Era kuantum ditandai perubahan cepat, tidak linier, dan sulit diprediksi
  • AI harus menjadi alat bantu, bukan pengganti daya pikir manusia
  • ASN diminta waspada terhadap isu privasi, keamanan data, dan kebenaran informasi

 


TRIBUNJATIMTIMUR.COM, BANYUWANGI – Dunia saat ini telah melampaui era disrupsi. Perubahan tidak lagi berjalan secara linier atau bertahap, melainkan melompat-lompat secara kuantum. Menghadapi itu, Pemkab Banyuwangi mendatangkan pakar manajemen dan Guru Besar Universitas Indonesia, Prof. Rhenald Kasali, untuk menyelaraskan perubahan cara kerja Aparatur Sipil Negara (ASN), dalam menghadapi era baru yang disebut Quantum Age, sebuah fase perubahan yang bergerak sangat cepat, kompleks, dan sulit diprediksi.

“Ini adalah era ketika konflik bisa muncul lewat algoritma, keputusan diambil oleh mesin, dan ancaman datang dari kecerdasan buatan, informasi palsu, hingga serangan digital jika tidak disikapi secara bijak,” ujar Rhenald dalam Capacity building ASN Go Digital: Kolaborasi, Inovasi, dan Transformasi untuk Pemerintahan Masa Depan, yang diikuti ribuan ASN Pemkab Banyuwangi di Banyuwangi, Senin sore(15/12/2025). 

Di era kuantum seperti ini, negara bisa terguncang bukan karena kekuatan militer, tetapi oleh kecepatan teknologi yang melampaui kemampuan institusi untuk membaca, merespons, dan mengantisipasi perubahan.

Rhenald menjelaskan, ciri utama era kuantum adalah kecepatan, keterhubungan tanpa batas, serta tingkat ketidakpastian yang tinggi. Mobilitas manusia, komunikasi virtual, hingga layanan publik kini bergerak jauh lebih cepat dibandingkan masa lalu.

Baca juga: Ratusan Pekerja Migran dan Pemangku Kepentingan Kumpul Gelar Musyawarah di Banyuwangi 

“Dunia tidak lagi berjalan linear. Pemerintah dituntut untuk lincah, adaptif, dan mampu membaca perubahan yang sulit diprediksi,” katanya.

Dalam konteks kerja, Rhenald menegaskan manusia ke depan akan semakin bekerja berdampingan dengan mesin, termasuk kecerdasan buatan (AI). Namun, AI harus diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti kemampuan berpikir manusia.

“Risiko terbesar muncul ketika manusia menjadi malas berpikir, kehilangan daya analisis, dan menerima informasi dari AI secara mentah tanpa verifikasi serta kebijaksanaan,” jelas Founder Rumah Perubahan tersebut.

Dia juga mengingatkan era kuantum mengubah cara masyarakat memaknai kebenaran. Informasi sangat bergantung pada konteks, sehingga kebijakan publik harus mampu memahami realitas lapangan yang beragam. Di sisi lain, keterhubungan digital menuntut kewaspadaan tinggi terhadap isu keamanan data dan privasi.

“ASN harus bijak menggunakan teknologi agar tidak melanggar ruang personal masyarakat,” imbuhnya.

Baca juga: 120 Kg Hiu Segar Hendak Diselundupkan ke Bali, Ditangkap di Banyuwangi

Birokrasi Masa Depan

Rhenald menekankan birokrasi di masa depan harus berani berinovasi dan berkolaborasi, tanpa meninggalkan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.

“Saya rasa birokrasi masa depan harus lincah, kolaboratif, dan berani melakukan terobosan,” ujarnya.

Baca juga: Jelang Nataru, Bandara Banyuwangi Buka Posko Angkutan Udara Mulai Hari Ini

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menilai materi yang disampaikan Prof. Rhenald penting untuk menyelaskan dengan upaya Banyuwangi melakukan transformasi digital dan menjawab tantangan masa depan.

“Kita tidak boleh menghindar dari perubahan. Kita harus menghadapinya bersama-sama untuk membangun Banyuwangi ke depan,” kata Ipuk.

Selaim ASN Banyuwangi, kegiatan ini juga dihadiri tokoh masyarakat dan tokoh agama. 

(TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved