Senin, 8 Juni 2026

Berita Banyuwangi

Kisah Para Ojek Sampan di Pantai Meneng Banyuwangi, Bisa Dapat 600 Ribu Per Hari Antar ABK

Ada belasan kapal motor pencari ikan yang berlabuh di pantai tersebut. Kapal-kapal yang mayoritas berasal dari Jawa Tengah itu bersandar.

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Aflahul Abidin
OJEK SAMPAN - Sunaryo di sampan bermotor miliknya di Pantai Meneng di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (8/1/2026). Ia adalah satu dari sekian pengojek sampan yang biasa mengantar para anak buah kapal. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Langit mendung menyelimuti Pantai Meneng, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (8/1/2025). Di atas perahu sampan bermesin yang terparkir di muara sungai, Sunaryo (60) tengah menyiapkan diri untuk mengantar beberapa anak buah kapal.

Ada belasan kapal motor pencari ikan yang berlabuh di pantai tersebut. Kapal-kapal yang mayoritas berasal dari Jawa Tengah itu bersandar dalam perjalanan panjang mencari ikan. Kapal-kapal tersebut menghabiskan waktu selama berbulan-bulan untuk mencari ikan. Perairan di Banyuwangi menjadi salah satu tempat pemberhentian.

Di Pantai Meneng, kapal tersebut bisa berhenti selama beberapa hari hingga pekan. Kapal bersandar di perairan yang jaraknya sekitar 200 meter dari batas pantai. Setiap kapal rata-rata memiliki anak buah kapal sekitar 20-an orang. Setiap berhenti, mereka akan tidur dan menghabiskan banyak waktu di dalam kapal yang tengah sandar.

"Tapi kalau kelamaan, mereka bosan. Jadi mereka akan meminta antar-jemput ke daratan untuk belanja atau lainnya," kata Sunaryo.

Para anak buah kapal inilah para pelanggan Sunaryo. Setiap hari, ia mengantar puluhan anak buah kapal hilir-mudik dari kapal besarnya menuju daratan. Sunaryo sudah lama saling kenal dengan para anak buah kapal.

Saat berada di dalam kapal, anak buah kapal yang ingin ke daratan akan menelepon Sunaryo. Dengan cekatan, Sunaryo bakal meluncur ke kapal untuk menjemput dan mengantarkan mereka ke daratan. Waktu tempuh dari daratan ke kapal hanya sekitar 5 menit.

"Satu kali antar, tarifnya Rp 10 ribu per orang. Kalau pulang pergi, berarti Rp 20 ribu," ujar dia.

Baca juga: Terkendala Efisiensi Anggaran, Fasilitas Taman Lalu Lintas Bondowoso Terbengkalai

Dalam sehari, Sunaryo bisa mengantar puluhan anak buah kapal. Pendapatannya bisa mencapai ratusan ribu rupiah per hari. Tergantung sepi-ramainya kapal yang bersandar.

"Kalau sedang sepi, dapatnya Rp 200 ribu per hari. Kalau ramai, bisa dapat sampai Rp 600 ribu per hari," cerita dia.

Jika ramai, Sunaryo bisa menghabiskan 3 botol pertalite untuk antar-jemput para anak buah kapal. Ia biasa mengojek mulai pukul 05.00 WIB hingga 16.00.

Sunaryo sudah puluhan tahun bekerja sebagai ojek sampan. Pertama kali, ia mengantar anak buah kapal saat masih berusia 15 tahun. Ia belajar mengendarai sampan dari sang ayah. 

Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Potensi Gelombang Tinggi di Perairan Banyuwangi, Selat Bali Aman

"Dulu saya SD sudah bisa bawa perahu ini," ucapnya.

Sampan yang Sunaryo pakai sehari-hari merupakan milik pribadi. Penghidupannya dan keluarga bergantung pada berapa banyak anak buah kapal yang diantar tiap hari.

Fikri Firdaus Putra Handata (24), pengojek sampan lain, juga telah menjalani profesi tersebut sejak teramat muda, sejak berusia 16 tahun. Maka tak heran, ia sudah terlihat lincah mengemudikan sampan dan memecah arus dari laut menuju muara maupun sebaliknya.

"Setiap hari saya di sini. Dan pasti ada yang diantar jemput. Pekerjaan saya ya mengatar anak buah kapal ini," ucap dia.

Baca juga: Swasembada Pangan Nasional, Banyuwangi Surplus Ratusan Ribu Ton Beras dan Jagung

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved