Berita Banyuwangi
Banyuwangi Terima 60 Ribu Sase Susu Pendamping untuk Pasien TBC Paru
Banyuwangi menerima 60 ribu susu pendamping dari Kemenkes untuk pasien TBC paru yang menjadi program percontohan nasional.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
Ringkasan Berita:
- Banyuwangi menerima 60 ribu saset susu pendamping TBC dari Kemenkes
- Bantuan merupakan pilot project nasional pendamping OAT
- Susu berbahan susu kambing dan kurma
- Prioritas untuk pasien TBC dari keluarga ekonomi menengah ke bawah
- Jumlah pasien TBC paru di Banyuwangi sekitar 3.000 orang. Tingkat kesembuhan saat ini 88 persen, ditargetkan naik ke 95 persen
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Kementerian Kesehatan menyalurkan bantuan susu pendamping bagi pasien tuberkulosis (TBC) paru di Kabupaten Banyuwangi. Total bantuan yang diterima mencapai 60 ribu saset susu, dan telah tiba sejak pertengahan Januari 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, Amir Hidayat, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari program percontohan (pilot project) nasional yang bertujuan mendukung percepatan penyembuhan pasien TBC paru.
“Ini salah satu program prioritas dari Kementerian Kesehatan untuk mempercepat penyembuhan pasien TB Paru,” ujar Amir, Selasa (27/1/2026).
Baca juga: Penyelundupan 6 Kuda Pacu Ilegal Digagalkan di Pelabuhan Tanjungwangi Banyuwangi
Susu Formula Pendamping OAT
Bantuan yang dikirim berjumlah sekitar 1.000 dus, dengan masing-masing dus berisi 60 saset susu formula. Susu ini dibuat dari bahan khusus, yakni susu kambing dan kurma, yang diformulasikan sebagai pendamping pengobatan Obat Anti Tuberkulosis (OAT).
Menurut Amir, susu tersebut akan diberikan kepada pasien TBC paru yang sedang menjalani pengobatan, khususnya dari kelompok ekonomi menengah ke bawah. Setiap pasien akan menerima 60 saset susu untuk kebutuhan satu bulan.
Baca juga: Modus Menyamar Sales, Pemuda Curi HP di Konter Banyuwangi
Kasus TBC di Banyuwangi
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, saat ini Banyuwangi mencatat sekitar 3.000 penderita TBC paru aktif. Mayoritas pasien berada pada rentang usia 15–59 tahun, atau kelompok usia produktif. Selain itu, terdapat sekitar 26 ribu suspek TBC paru yang masih dalam proses pemantauan dan pemeriksaan.
Distribusi bantuan susu saat ini telah mulai dilakukan secara bertahap melalui Puskesmas-puskesmas di wilayah Banyuwangi.
Kesembuhan
Amir berharap pemberian susu pendamping ini dapat meningkatkan tingkat kesembuhan pasien TBC paru. Saat ini, angka kesembuhan TBC di Banyuwangi mencapai 88 persen.
Baca juga: Dishub Banyuwangi Siapkan Skema Operasional Becak Listrik Bantuan Presiden
“Ditargetkan meningkat menjadi 95 persen,” kata Amir.
Jika hasil evaluasi program menunjukkan dampak positif terhadap proses penyembuhan pasien, pemerintah membuka peluang untuk penambahan jumlah bantuan susu di tahap berikutnya.
| Banyuwangi Dipuji Kemen PPA, Pelopor Gerakan Penurunan Angka Kematian Ibu |
|
|---|
| Ringankan Beban 6.500 Pedagang, Pemkab Banyuwangi Gratiskan Retribusi Pasar Setiap Sabtu dan Minggu |
|
|---|
| Budidaya Lele Sistem Air Jernih ala Pemuda Banyuwangi, Omzet Tembus Ratusan Juta |
|
|---|
| KA Sangkuriang Segera Meluncur, Banyuwangi Kini Tersambung Langsung dengan Bandung |
|
|---|
| Miliki Peran Strategis, Bupati Ipuk Ajak Diaspora Banyuwangi Perkuat Jaringan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Susu-pendamping-TBC-paru.jpg)