Kamis, 30 April 2026

Wisata Banyuwangi

Kampung Nelayan Modern Tambah Daya Tarik Wisata Kuliner Seafood Banyuwangi

Kampung Nelayan Merah Putih di Banyuwangi hampir rampung, bakal memperkuat wisata kuliner seafood serta ekonomi nelayan pesisir.

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
ist/Humas Pemkab Banyuwangi
WISATA-Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang berlokasi di Kawasan pesisir Plengsengan Ancol, Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, tak jauh dari pusat kuliner hasil olahan laut Fish Market di Kampung Mandar, yang telah dikembangkan Pemkab Banyuwangi. 

Ringkasan Berita:
  • Kampung Nelayan Merah Putih Banyuwangi hampir rampung
  • Progres pembangunan mencapai 97 persen
  • Berlokasi dekat Fish Market Kampung Mandar
  • Mengusung arsitektur Osing dan ornamen Gajah Oling
  • Dirancang sebagai sentra kuliner dan penggerak ekonomi nelayan

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi – Wisata kuliner seafood di Banyuwangi diproyeksikan semakin menarik dengan kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang tengah dibangun pemerintah pusat. Kawasan ini berlokasi di pesisir Plengsengan Ancol, Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, tidak jauh dari sentra kuliner olahan laut Fish Market Kampung Mandar yang sebelumnya dikembangkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

KNMP merupakan kawasan kampung nelayan modern sekaligus program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto. Kehadirannya diharapkan menambah daya tarik sentra kuliner seafood yang selama ini menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan di kabupaten berjuluk The Sunrise of Java.

Saat ini, pembangunan KNMP oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah memasuki tahap akhir. Progres fisik dilaporkan hampir rampung, dengan fokus pekerjaan pada penyempurnaan bangunan dan penataan kawasan pendukung.

Baca juga: Sentra Kuliner Laut, Kampung Nelayan Merah Putih Banyuwangi Segera Rampung

“Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih ini semakin menambah daya tarik pusat kuliner seafood di Banyuwangi. Terima kasih kepada pemerintah pusat yang terus mendukung pariwisata Banyuwangi,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Jumat (30/1/2026).

KNMP Banyuwangi mulai dibangun pada September 2025 dan kini progres pembangunannya telah mencapai 97 persen. Pekerjaan tersisa hanya pada tahap finishing.

Dari sisi desain, bangunan-bangunan di KNMP Banyuwangi mengusung arsitektur Osing sebagai ciri utama. Enam bangunan utama mengadopsi bentuk rumah adat Suku Osing yang diperkaya dengan ornamen batik Gajah Oling, khas Banyuwangi.

Perpaduan sentuhan modern dan kearifan lokal tersebut memberikan identitas kuat pada kawasan pesisir, sekaligus menegaskan karakter budaya Banyuwangi.

Baca juga: "ASN Berbagi" Gotong Royong Kurangi Kemiskinan, ASN Banyuwangi Ikut Rasakan Kebahagiaan

Selain bangunan utama, KNMP Banyuwangi dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, antara lain dermaga sandar perahu, tempat pendaratan ikan, stasiun pengisian bahan bakar, balai pertemuan, pabrik es, serta unit pengolahan hasil laut. Kawasan ini juga disiapkan sebagai sentra kuliner bahari baru.

“Kampung nelayan modern ini dirancang terintegrasi. Selain menjadi pusat aktivitas nelayan, juga disiapkan sebagai daya tarik baru pariwisata Banyuwangi. Dengan konsep ini, hasil tangkapan nelayan diharapkan memiliki nilai tambah sebelum dipasarkan,” jelas Ipuk.

Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi Suryono Bintang Samudra menambahkan, pembangunan KNMP Lateng merupakan bagian dari program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Banyuwangi ditetapkan sebagai satu dari 100 lokasi awal pengembangan kampung nelayan terpadu di Indonesia.

Baca juga: Biaya Lewat Situbondo Lebih Mahal, Sopir Logistik Minta Lintasan Banyuwangi–Lombok Kembali Dibuka

“Program ini tidak sekadar menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi pesisir yang berkelanjutan dan terintegrasi,” ujarnya.

Menurut Suryono, KNMP juga diproyeksikan menjadi simpul pertumbuhan ekonomi baru bagi nelayan setempat.

“Kawasan ini dilengkapi fasilitas pengolahan ikan, sentra kuliner, hingga ruang pemberdayaan nelayan agar benar-benar memberi manfaat langsung,” katanya.

Setelah seluruh pekerjaan fisik tuntas, pengoperasian kawasan KNMP akan menunggu proses serah terima dari pemerintah pusat.

“Setelah BAST, aset akan dikelola melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang telah dibentuk,” pungkas Suryono.

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved