Rabu, 15 April 2026

KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam

80 Persen Bangkai KMP Tunu Terangkat, Dibawa ke Surabaya

Sebanyak 80 persen bangkai KMP Tunu Pratama Jaya telah diangkat, dan akan dibawa ke Surabaya untuk dilebur.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
Tribun Jatim Timur/Aflahul Abidin
BANGKAI KAPAL - Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang terangkat ke permukaan, Kamis (12/2/2026). Sudah sekitar 80 persen bangkai terangkat. 
Ringkasan Berita:
  • Sekitar 80 persen bangkai KMP Tunu Pratama Jaya telah diangkat.
  • Proses evakuasi dilakukan PT Buto sejak 26 Januari 2026.
  • Sebanyak 20 kendaraan turut terangkat dalam kondisi ringsek.
  • Pengangkatan terkendala arus deras Selat Bali.
  • Sisa bagian depan kapal ditargetkan selesai pada 17 Februari 2026.

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Sebagian besar bangkai KMP Tunu Pratama Jaya berhasil diangkat dari dasar laut Selat Bali, Kamis (12/2/2026). Bangkai kapal tersebut selanjutnya akan dibawa ke Surabaya untuk dilebur.

Tongkang bercakar yang digunakan untuk proses evakuasi bersandar di dermaga Pantai Marina Boom, Banyuwangi. Bangkai kapal beserta kendaraan yang turut terangkat akan dipindahkan ke daratan menggunakan truk besar sebelum dikirim ke tempat peleburan.

“Yang telah terangkat sudah sekitar 80 persen,” kata Perwakilan PT Buto, Jonathan Chandra.

Baca juga: Dua Jenazah Diduga Korban KMP Tunu Pratama Jaya Dimakamkan di Banyuwangi

Sejak 26 Januari

PT Buto merupakan perusahaan yang ditunjuk pihak asuransi untuk melakukan pengangkatan bangkai kapal. Proses evakuasi telah berlangsung sejak 26 Januari 2026.

Jonathan menjelaskan, sebagian besar struktur kapal sudah berhasil diangkat, termasuk 20 unit kendaraan yang ikut tenggelam. Kendaraan tersebut terdiri dari 14 truk, 2 mobil, dan 4 sepeda motor.

Seluruh kendaraan dan bagian kapal yang terangkat dalam kondisi ringsek. Karat juga terlihat menyelimuti badan kapal maupun kendaraan akibat lama terendam air laut.

Baca juga: Jasad Ketiga Ditemukan Saat Pengangkatan KMP Tunu Pratama Jaya

Terkendala Arus Deras

Sebelumnya, proses pengangkatan ditargetkan rampung dalam 20 hari. Namun, kuatnya arus di Selat Bali membuat pekerjaan tidak berjalan sesuai rencana.

“Kadang dalam sehari, tim hanya bisa bekerja sekitar tiga jam. Arus di Selat Bali sangat deras,” ujar Jonathan.

Dengan progres yang telah mencapai 80 persen, pihaknya optimistis seluruh bangkai kapal dapat diangkat dalam waktu dekat.

Proses pemindahan bangkai dari tongkang ke daratan diperkirakan memakan waktu dua hingga tiga hari. Setelah itu, tongkang bercakar akan kembali ke lokasi untuk mengangkat sisa bagian kapal.

“Hanya tinggal satu bagian yang belum terangkat, yaitu bagian depan (haluan) kapal. Ukurannya cukup besar. Kami perkirakan pada 17 Februari sudah selesai,” pungkas Jonathan.

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved