Kamis, 7 Mei 2026

Ramadan 2026

Fasilitasi Pasar Takjil Banyuwangi, Puskesmas dan Labkesda Rutin Uji Makanan

Puskesmas dan Labkesda Banyuwangi rutin uji makanan di 60 pasar takjil Ramadan demi pastikan bebas bahan berbahaya.

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
Tribun Jatim Timur/Aflahul Abidin
PERIKSA- Puskesmas di Banyuwangi dan Labkesda aktif memeriksa makanan yang ada di Pasar Takjil, untuk memastikan produk makanan yang dijual bebas dari bahan berbahaya, sehingga aman dikonsumsi masyarakat. 
Ringkasan Berita:
  • Pemkab Banyuwangi awasi 60 pasar takjil Ramadan dengan 2.245 pedagang.
  • Puskesmas dan Labkesda rutin uji sampel makanan di lokasi.
  • Pengujian fokus pada formalin, boraks, dan rhodamin B.
  • Produk berbahaya akan ditarik dan pedagang diberi edukasi.
  • Bupati Ipuk imbau pelaku usaha jaga kualitas dan keamanan pangan.

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menginstruksikan seluruh dinas terkait, puskesmas, kecamatan hingga pemerintah desa untuk mendukung penyelenggaraan pasar takjil, termasuk memastikan makanan yang dijual aman dikonsumsi.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memastikan keamanan pangan selama Ramadan dengan melakukan pemeriksaan rutin di pasar-pasar takjil. Tercatat ada 60 titik pasar takjil yang tersebar di seluruh kecamatan, melibatkan sekitar 2.245 pedagang.

“Ini sudah menjadi SOP. Kami telah instruksikan seluruh Puskesmas untuk rutin memeriksa makanan yang ada di pasar takjil di wilayah kerja masing-masing. Ini agar makanan dan minuman yang dijual aman dari bahan-bahan berbahaya,” kata Ipuk saat meninjau pasar takjil di Kecamatan Purwoharjo, Jumat (27/2/2026).

Baca juga: Bagikan 300 Paket Takjil ke Pengguna Jalan, Polisi Pasuruan Pererat Hubungan Humanis

Uji Sampel

Seluruh Puskesmas di Banyuwangi bersama Labkesda Banyuwangi aktif melakukan pengambilan sampel makanan dan minuman secara acak untuk diuji langsung di lokasi.

Seperti yang dilakukan tim Puskesmas Purwoharjo. Tim yang terdiri dari tenaga ahli gizi, analis kesehatan, dan petugas promosi kesehatan mengambil sedikitnya 10 sampel makanan dan minuman, antara lain es sirup, mutiara, saus, cilok, dan produk lainnya.

“Hari ini tim sudah mengambil 10 sampel makanan/minuman dan langsung diuji di lokasi,” kata Kepala Puskesmas Purwoharjo, dr. Sri Istyantini.

Pengujian difokuskan untuk mendeteksi kandungan bahan berbahaya seperti formalin, boraks, dan rhodamin B.

Baca juga: Peringati HPSN 2026, PDIP dan BMI Bondowoso Bagikan Ratusan Bibit Pohon dan Takjil Gratis

Edukasi Pedagang

Jika ditemukan bahan berbahaya, produk akan langsung ditarik dan pedagang diberikan edukasi agar menggunakan bahan pangan yang aman.

“Apabila ditemukan bahan berbahaya pada sampel makanan, produk tersebut akan kami tarik, dan kami edukasi kepada pedagang terkait agar menggunakan bahan pangan yang aman,” jelas Sri.

Ipuk juga mengimbau para pelaku usaha kuliner untuk menjaga kualitas dan keamanan bahan baku yang digunakan.

“Kalau produk yang dijual enak dan menyehatkan, pasti konsumen akan loyal dan datang kembali. Tentu ini membantu usaha mereka langgeng,” tambahnya.

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved