Selasa, 7 April 2026

Arus Mudik 2026

Evaluasi Kemacetan Horor Arus Mudik, ASDP Siapkan Langkah Arus Balik Lebaran

ASDP siapkan strategi arus balik Ketapang-Gilimanuk, puncak diprediksi 26–30 Maret 2026.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
Tribun Jatim Timur/Aflahul Abidin
PADAT - Suasana Pelabuhan Ketapang Banyuwangi saat arus mudik Lebaran 2026. Jumlah pemudik dari Bali menuju Jawa tercatat meningkat hingga 33,8 persen pada hari tersebut. 

Ringkasan Berita:
  • Puncak arus balik diprediksi 26–30 Maret 2026
  • ASDP siapkan strategi untuk cegah kemacetan seperti di Gilimanuk
  • Truk besar diminta patuhi larangan operasional selama Lebaran
  • Kapal besar dan pola TBB dioptimalkan untuk percepat layanan
  • Kemacetan sebelumnya jadi bahan evaluasi pengamanan arus balik

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Puncak arus mudik di lintasan penyeberangan Jawa–Bali telah terlewati. PT ASDP Indonesia Ferry kini bersiap menghadapi arus balik Lebaran 2026 yang diprediksi mencapai puncak pada H+4 hingga H+8 atau 26–30 Maret 2026.

Wakil Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, Yossianis Marciano, mengatakan sejumlah strategi telah disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan, terutama agar kemacetan seperti di Pelabuhan Gilimanuk tidak terulang.

ASDP meminta pengusaha logistik mematuhi aturan dalam surat keputusan bersama (SKB), yang melarang kendaraan besar dengan tiga sumbu atau lebih beroperasi selama periode angkutan Lebaran.

“Kami memohon kepada para pengusaha logistik dan truk agar mematuhi SKB pengaturan lalu lintas, sehingga layanan arus balik dapat berjalan lancar,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).

Baca juga: Operasi Ketupat Semeru Dimulai, Polres Pasuruan Kota Siagakan Pos dan Pengamanan Mudik

Kendaraan besar sebelumnya dinilai turut berkontribusi terhadap kemacetan panjang di Pelabuhan Gilimanuk saat arus mudik.

Tambah Kapal

ASDP akan tetap mengoperasikan kapal berukuran besar di lintasan Ketapang–Gilimanuk untuk meningkatkan kapasitas angkut.

Ke depan, ASDP juga mendorong penggunaan kapal dengan kapasitas minimal 2.000 penumpang guna mengoptimalkan daya angkut.

Selain itu, pola operasi tiba-bongkar-berangkat (TBB) terus dioptimalkan di enam dermaga untuk mempercepat arus kendaraan.

Baca juga: 16 Tahun Mudik Bali-Banyuwangi, Baru Kli Ini Rasakan Macet Horor di Pelabuhan Gilimanuk

Penataan Jangka Panjang
ASDP juga menyiapkan langkah jangka panjang dengan menata ulang fasilitas pelabuhan serta menambah infrastruktur pendukung.

“Kami juga mengajak operator kapal lainnya untuk secara bertahap mengganti armada dengan ukuran lebih besar,” tambah Yossianis.

Baca juga: Arus Mudik Lebaran, Terminal Bondowoso Mulai Dipadati Penumpang

Evaluasi Kemacetan Gilimanuk

Kemacetan panjang di Pelabuhan Gilimanuk saat arus mudik sebelumnya menjadi bahan evaluasi bersama.

Kapolda Jawa Timur, Nanang Avianto, menegaskan pihaknya akan meningkatkan pengamanan dan pengaturan saat arus balik.

“Ini menjadi bahan evaluasi dan antisipasi pengamanan bagi kami saat arus balik,” ujarnya.

Ia memperkirakan jumlah pemudik yang kembali ke Bali akan sama, bahkan berpotensi lebih besar dibanding arus mudik.

Kondisi Mulai Terkendali
ASDP menyebut kepadatan di Pelabuhan Gilimanuk berhasil diurai pada Rabu (18/3/2026) sore, setelah kendaraan dialihkan ke buffer zone dan diatur masuk ke pelabuhan secara bertahap.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved