Puncak Arus Balik Usai, Namun Kemacetan Pelabuhan Ketapang Capai 8 Km
Kemacetan menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi mencapai hingga 8 km meski puncak arus balik Lebaran 2026 telah lewat.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
Ringkasan Berita:
- Kemacetan menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi mencapai hingga 8 km pada Senin (30/3/2026).
- Antrean kendaraan terjadi meski puncak arus balik Lebaran diperkirakan sudah lewat.
- Seorang pengendara mengaku terjebak macet hingga tiga jam sejak kawasan Watudodol.
- Data ASDP menunjukkan 56.365 penumpang menyeberang dari Jawa ke Bali pada H+7.
- Total kendaraan dari Bali ke Jawa pada periode yang sama mencapai 5.582 unit.
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Kemacetan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, masih terjadi, Senin (30/3/2026), padahal puncak arus balik Lebaran telah usai sehari sebelumnya.
Pantauan di lapangan pada Senin siang antrean kendaraan menuju pelabuhan mencapai sekitar 6 kilometer. Bahkan pada pagi hari sebelumnya, panjang kemacetan sempat mencapai hampir 8 kilometer.
Kondisi tersebut lebih panjang dibandingkan sehari sebelumnya. Pada Minggu (29/3/2026), kemacetan terpanjang tercatat sekitar 5 kilometer.
Baca juga: Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Polda Jatim dan Pemkab Banyuwangi Pantau Pelabuhan Ketapang
Terjebak Macet
Salah satu pengendara, Anang Teguh, mengaku mengalami kemacetan cukup lama saat hendak menuju Banyuwangi dari Surabaya.
Ia mengatakan kendaraannya terjebak macet sejak Sabtu malam (29/3/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Kemacetan mulai dirasakan saat memasuki kawasan Watudodol, yang merupakan jalur menuju Pelabuhan Ketapang.
Anang saat itu melakukan perjalanan bersama dua anggota keluarganya menggunakan mobil.
"Macetnya parah. Sekitar sejam, kendaraan saya hanya bergerak beberapa ratus meter saja," kata Anang, Senin.
Kemacetan panjang itu bahkan membuat keluarganya harus mencari alternatif perjalanan.
"Perjalanan dari Surabaya relatif lancar. Tidak ada macet. Baru macet di Banyuwangi," ujarnya.
Ia menambahkan, ibu mertuanya yang ikut dalam perjalanan akhirnya dialihkan menggunakan sepeda motor agar tidak terlalu lama terjebak di antrean kendaraan.
Baca juga: Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Polda Jatim dan Pemkab Banyuwangi Pantau Pelabuhan Ketapang
Lonjakan Penumpang
Data dari PT ASDP Indonesia Ferry terjadi lonjakan jumlah penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali saat periode arus balik.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Windy Andale, menyebut pada H+7 Lebaran (Minggu, 29 Maret 2026) jumlah penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali mencapai 56.365 orang, meningkat 12,9 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Sementara itu, jumlah kendaraan yang menyeberang menunjukkan tren yang beragam.
- Kendaraan roda dua tercatat 12.458 unit, naik 57 persen.
- Kendaraan roda empat mencapai 4.995 unit, turun 0,6 persen.
- Truk tercatat 1.192 unit, turun 27,8 persen.
- Bus mencapai 412 unit, turun 16,1 persen.
Baca juga: Terbanyak di Jatim, Banyuwangi Siapkan 48 Masjid Ramah Pemudik 24 Jam
Secara keseluruhan, jumlah kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Bali pada H+7 tercatat 19.057 unit, atau turun 26,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kemacetan Pelabuhan Ketapang
arus balik Ketapang Gilimanuk
ketapang banyuwangi macet
arus balik Lebaran 2026
| TNI Bentuk Satgas Pengurai Kemacetan di Ketapang Banyuwangi, Ratusan Personil Diterjunkan |
|
|---|
| Macet di Ketapang Belum Susut, Anggota TNI Diterjunkan Urai Kemacetan |
|
|---|
| Sopir Logistik Soroti Kemacetan Ketapang–Gilimanuk, Warga Dinilai Paling Dirugikan |
|
|---|
| Tanpa Solusi Jangka Panjang, Macet Ketapang-Gilimanuk Disebut Jadi Bom Waktu |
|
|---|
| Macet ke Pelabuhan Ketapang Kian Parah, Antrean Kendaraan Capai 15 Km |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/MACET-Kemacatan-di-Pelabuhan-Ketapang-Banyuwangi-Minggu-2932026.jpg)