Sabtu, 11 April 2026

Bertemu Bupati Ipuk, Badan PBB UNDP Tertarik Kembangkan Program Inovatif Banyuwangi

Badan PBB UNDP bertemu Bupati Ipuk di Banyuwangi dan tertarik mengembangkan inovasi daerah.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
Tribun Jatim Timur/Aflahul Abidin
PROGRAM INOVATIF - Deputy Resident Representative UNDP, Sujala Pant, hadir langsung ke Banyuwangi bersama tim dari Kementerian Koordinator (Kemenko) Pangan, bertemu Bupati Ipuk Fiestiandani, di Pendopo Banyuwangi, Selasa malam (31/3/2026). 

 

Ringkasan Berita:
  • UNDP bertemu Bupati Ipuk untuk membahas inovasi pembangunan Banyuwangi
  • UNDP menilai sejumlah program Banyuwangi selaras dengan prioritas pembangunan global
  • Inovasi yang dibahas meliputi ekonomi sirkular, pertanian organik, dan digitalisasi bansos
  • Banyuwangi telah bekerja sama dengan berbagai pihak internasional dalam program lingkungan
  • Pemkab Banyuwangi membuka peluang kolaborasi dengan UNDP untuk pengembangan program inovatif

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi – Berbagai inovasi pembangunan Pemkab Banyuwangi mendapat apresiasi positif United Nations Development Programme (UNDP), badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menangani berkaitan pembangunan. Bahkan UNDP tertarik untuk mengembangkan program-program inovatif tersebut. 

Deputy Resident Representative UNDP, Sujala Pant, hadir langsung ke Banyuwangi bersama tim dari Kementerian Koordinator (Kemenko) Pangan, bertemu Bupati Ipuk Fiestiandani, di Pendopo Banyuwangi, Selasa malam (31/3/2026).

Dalam kesempatan itu, Ipuk memaparkan berbagai program yang telah dijalankan Banyuwangi. Mulai dari pengelolaan sampah sikular, pengembangan sektor pertanian secara organik, hingga penguatan kelembagaan di kalangan nelayan.  

Sujala mengatakan telah banyak mendengar tentang Banyuwangi yang memiliki banyak inovasi dan sinergis dengan program prioritas nasional, dan telah berpengalaman bekerjasama dengan banyak pihak baik nasional maupun internasional. 

Mulai dari pengelolaan persampahan, ekonomi sirkular, hingga transformasi digital. Bahkan, Banyuwangi telah dijadikan sebagai pilot project digitalisasi bantuan sosial (bansos) nasional.

Baca juga: Bupati Ipuk Gowes dari Rumah ke Kantor, Ajak ASN Banyuwangi Hemat BBM

“Saya melihat banyak peluang yang sangat berkaitan dengan prioritas UNDP di Banyuwangi, dan sejalan dengan visi Ibu Bupati yang bisa untuk dikembangkan. Apalagi Banyuwangi sudah terbiasa bekerjasama dengan pihak lain dalam membangun daerahnya,” ujar Sujala.

Seperti pengelolaan sampah TPS3R Banyuwangi yang bekerjasama dengan Norwegia dan Uni Emirat Arab. Penangan sampah laut bersama Sungai Watch. Selain itu Pemkab mampu mengajak stakeholder lain untuk bersama-sama membangun Banyuwangi. 

Dalam pertemuan tersebut, Sujala tampak mendiskusikan banyak hal bersama Bupati Ipuk. Dia pun mengaku tertarik untuk menjalin kolaborasi bersama Banyuwangi.

“Banyak yang nyambung antara prioritas UNDP dengan visi ibu bupati. Misalnya dalam hal pengembangan SDM yang berkelanjutan, peluang ekonomi bagi masyarakat, keberlanjutan lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat Banyuwangi,” ujarnya.

Baca juga: Lonjakan Truk Logistik Picu Kemacetan 15 Km Menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi

Sementara Bupati Ipuk menyambut baik maksud tim UNDP tersebut. Ipuk sangat membuka kesempatan kolaborasi untuk mendukung kemajuan Banyuwangi.

“Kami sangat terbuka. Selama ini kami juga berkolaborasi bersama banyak pihak untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di daerah,” kata Ipuk.

Dalam kesempatan itu, Ipuk juga memaparkan berbagai inovasi Banyuwangi, di sektor ekonomi dan lingkungan. Mulai program Banyuwangi Hijau untuk menangani permasalahan persampahan dengan praktik ekonomi sirkular, program UMKM Naik Kelas untuk mendongkrak pendapatan pelaku usaha mikro, hingga bagaimana program-program penanganan kemiskinan juga dilakukan bersama masyarakat, dan banyak lainnya. 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved