Senin, 8 Juni 2026

Berburu Batik Khas Tanah Blambangan di Pusat Kota Banyuwangi

Pusat Batik Banyuwangi hadirkan wastra lokal berkualitas, dorong pelestarian budaya dan kesejahteraan perajin.

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
Tribun Jatim Timur/Aflahul Abidin
BATIK - Pusat batik di Jalan Ahmad Yani No. 263, di depan kantor Pemkab Banyuwangi. Di tempat ini tersedia ratusan kain batik hingga produk fesyen siap pakai dengan beragam motif khas. 
Ringkasan Berita:
  • Pusat Batik Banyuwangi hadir sebagai pusat promosi dan penjualan batik lokal.
  • Menawarkan ratusan produk dengan motif khas dan teknik beragam.
  • Pemerintah daerah dorong pelestarian budaya dan kesejahteraan perajin.
  • Ekosistem batik berkembang melalui pelatihan, pemasaran, dan pendidikan vokasi.
  • Galeri dilengkapi co-working space dan dukungan pemasaran digital.

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menghadirkan Pusat Batik Banyuwangi sebagai upaya memperkuat identitas budaya sekaligus mempermudah masyarakat mendapatkan wastra lokal berkualitas.

Berlokasi di Jalan Ahmad Yani No. 263, tepat di depan Kantor Pemkab Banyuwangi, pusat batik ini menjadi etalase bagi ratusan koleksi kain batik hingga produk fesyen siap pakai. Beragam motif khas daerah ditampilkan, seperti Gadjah Oling, Kangkung Setingkes, Paras Gempal, hingga Kopi Pecah.

Tidak hanya dari sisi motif, variasi produk juga terlihat dari desain dan teknik pembuatannya. Mulai dari gaya tradisional hingga modern tersedia, dengan teknik batik tulis, lukis, cap, hingga kombinasi.

Baca juga: Laporan Kebakaran Palsu Resahkan Petugas Damkar Banyuwangi

Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menegaskan bahwa kehadiran fasilitas ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga warisan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku industri batik.

“Gedung Pusat Batik ini bukan sekadar bangunan, melainkan simbol komitmen dalam melestarikan budaya dan memperkuat identitas daerah, sekaligus membuka jalan bagi kesejahteraan para perajin batik lokal,” ujar Mujiono, Selasa (14/4/2026).

Selama lebih dari satu dekade, Pemkab Banyuwangi konsisten mengembangkan industri batik melalui berbagai program. Di antaranya pelatihan bersama kurator nasional, fasilitasi keikutsertaan dalam ajang fesyen, hingga dukungan pemasaran digital dan akses permodalan.

Hasilnya, ekosistem batik Banyuwangi terus tumbuh. Jumlah perajin dan desainer meningkat, pasar semakin luas, bahkan batik telah masuk ke dalam kurikulum pendidikan vokasi di daerah.

Baca juga: Kebakaran Gudang Sabut Kelapa di Banyuwangi, Diduga Akibat Putung Rokok

“Terima kasih kepada seluruh perajin batik Banyuwangi yang telah bersama-sama memajukan batik lokal menjadi identitas budaya yang membanggakan,” tambahnya.

Sementara itu, pengelola Pusat Batik Banyuwangi, Ratri Jawaness, menjelaskan bahwa galeri tersebut buka setiap hari pukul 08.00 hingga 21.00 WIB. Ia memastikan seluruh produk yang dipasarkan telah melalui proses kurasi ketat.

“Semua batik yang masuk telah dikurasi agar benar-benar mencerminkan budaya Banyuwangi,” ujarnya.

Untuk memperluas jangkauan pasar, pengelola juga memanfaatkan platform digital, termasuk melalui situs resmi. Selain berfungsi sebagai galeri, fasilitas ini turut dilengkapi co-working space yang bisa digunakan sebagai ruang edukasi dan aktivitas kreatif bagi pelaku industri lokal.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved