Sabtu, 25 April 2026

Berita Banyuwangi

136 Meteran PUDAM Banyuwangi Hilang Dicolong, Pelaku Terekam CCTV

Selain masif, pencurian juga terstruktur. Pelaku menarget menargetkan meteran air di rumah-rumah kosong dan toko yang tak terjaga.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Istimewa/warga
TERDUGA PELAKU - Terduga pelaku pencurian meteran air yang tengah marak di Kabupaten Banyuwangi. Sebanyak 136 meteran air dicuri dalam waktu sebulan terakhir. 

 

Ringkasan Berita:
  • Kasus pencurian meteran air milik Perusahaan Umum Dearah Air Minum (PUDAM) Kabupaten Banyuwangi marak.
  • Dalam sebulan terakhir, sebanyak 136 meteran PUDAM hilang dicuri.
  • Selain masif, pencurian juga terstruktur. Pelaku menarget menargetkan meteran air di rumah-rumah kosong dan toko yang tak terjaga.

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Kasus pencurian meteran air milik Perusahaan Umum Dearah Air Minum (PUDAM) Kabupaten Banyuwangi marak. Dalam sebulan terakhir, sebanyak 136 meteran PUDAM hilang dicuri.

Selain masif, pencurian juga terstruktur. Pelaku menarget menargetkan meteran air di rumah-rumah kosong dan toko yang tak terjaga. Ada juga meteran air di fasilitas umum yang turut dicuri.

Selain itu, proses pencurian dilakukan secara profesional. Pencuri menutup saluran air secara rapi sehingga warga sekitar tak curiga.

Dirut PUDAM Banyuwangi Abd Rahman mengatakan, pencurian masif terjadi di tiga wilayah. Yakni di Kecamatan Banyuwangi, Rogojampi, dan Genteng.

"Di Kecamatan Banyuwangi terjadi pencurian di 79 titik, di Rogojampi di 24 titik, dan di Genteng di 33 titik," kata dia, Jumat (17/4/2026).

Baca juga: Anak 5 Tahun di Situbondo Hilang Misterius, Polisi, TNI, dan Warga Lakukan Pencarian

PUDAM Banyuwangi, kata dia, telah menerima laporan kehilangan itu dari para pelanggan yang menjadi korban. Pihaknya juga telah menindaklanjuti salah satunya dengan memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) yang ada di beberapa lokasi pencurian.

Menurut Rahman, aksi pencurian tersebut terekam CCTV di tiga lokasi yang berbeda. Yang menarik, di tiga lokasi tersebut, pencurian dilakukan oleh orang yang sama. Terduga pelaku berkendara sepeda motor saat beraksi.

Rahman mengatakan, PUDAM Banyuwangi juga memberi pendampingan kepada para korban untuk melapor ke kepolisian. Laporan tersebut, antara lain, telah masuk ke dua polsek di wilayah lokasi pencurian.

Baca juga: Polisi Tangkap 10 Pelaku Penganiayaan Kades Pakel Lumajang, Terancam 7 Tahun Penjara

"Ada di Kabat dan di Genteng yang kami dampingi untuk melapor ke kepolisian. Sesuai aturan, pemilik rumah atau bangunan tempat meteran yang dicuri yang bisa melapor ke kepolisian. Sehingga kami berinisiatif untuk membantu mendampingi," tutur dia.

Direktur Teknik PUDAM Banyuwangi Waris Paksono mengatakan, meteran yang dicolong kini telah dipasang ulang di tempat masing-masing. Menurut aturan yang berlaku, kata Waris, biaya pemasangan meteran yang hilang menjadi tanggung jawab pemilik rumah atau bangunan.

"Sebagian besar sudah dipasang baru. Karena kalau tidak dipasang, pelanggan tidak bisa dapat aliran air," ucap dia.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved