Gandrung Seblang Subuh Digelar di Atas Kapal Ferry Selat Bali
Tari Gandrung Seblang Subuh dipentaskan di kapal ferry Selat Bali saat 1 Sura sebagai doa keselamatan pelayaran.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
Ringkasan Berita:
- Tari Gandrung Seblang Subuh dipentaskan di atas kapal ferry di Selat Bali saat peringatan 1 Sura.
- Pertunjukan menjadi bagian dari rangkaian tradisi Sedekah Segoro masyarakat Desa Ketapang.
- Ritual disertai tabur bunga sebagai simbol doa keselamatan pelayaran Banyuwangi-Bali.
- Pemerintah desa menilai kegiatan ini penting untuk menjaga tradisi dan kearifan lokal.
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Suasana berbeda mewarnai peringatan 1 Sura di Banyuwangi, Selasa (16/6/2026). Untuk pertama kalinya, pertunjukan Tari Gandrung Seblang Subuh digelar di atas kapal ferry yang berlayar di perairan Selat Bali sebagai bagian dari tradisi Sedekah Segoro masyarakat Desa Ketapang.
Dua penari gandrung profesional, Lina dari Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, dan Sunasih dari Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, tampil sejak Subuh hingga pagi hari. Mereka diiringi para panjak yang memainkan musik tradisional khas Banyuwangi.
Pertunjukan berlangsung di dek kendaraan KMP Dharma Rucita yang sementara difungsikan sebagai panggung budaya. Selama pementasan, kapal berlayar mengitari perairan Selat Bali, mulai dari Pelabuhan Ketapang menuju kawasan Pantai Marina Boom dan Watudodol sebelum kembali ke pelabuhan.
Baca juga: Gramedia Banyuwangi Resmi Dibuka, Hadir sebagai Creative Hub dan Penggerak Literasi
Makna
Seblang Subuh merupakan salah satu fragmen penting dalam pertunjukan Gandrung Terop. Dalam pakem tradisional, bagian ini biasanya menjadi penutup pertunjukan yang dibawakan menjelang fajar.
Pada sesi tersebut, para penari menampilkan gerakan yang lebih tenang dan perlahan sambil melantunkan tembang-tembang berbahasa Osing. Lagu yang dibawakan umumnya bernuansa melankolis, salah satunya Ukir Kawin.
Pelaku seni sekaligus penggagas pertunjukan, Subari Sofyan, menjelaskan bahwa Seblang Subuh memiliki makna spiritual yang mendalam.
"Secara filosofi, dalam penampilan Seblang Subuh, para penari gandrung memohon maaf dan ampunan kepada Yang Maha Agung, Tuhan Yang Maha Kuasa," kata Subari.
Baca juga: Takziah ke Mendiang Khusnan Abadi, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Kenang Sang Politisi
Sedekah Segoro
Pementasan Gandrung Seblang Subuh di atas kapal merupakan salah satu rangkaian Sedekah Segoro yang rutin dilaksanakan masyarakat pesisir Ketapang. Karena menjadi bagian dari ritual budaya, kapal yang digunakan tidak sedang melayani penumpang.
Sekitar 50 orang yang terdiri dari warga setempat dan para pemangku kepentingan di sektor penyeberangan mengikuti kegiatan tersebut. Selama pertunjukan berlangsung, sejumlah peserta juga melakukan ritual tabur bunga di perairan Selat Bali.
Menurut Subari, pementasan gandrung dan ritual tabur bunga dilakukan sebagai bentuk doa bersama untuk keselamatan.
"Khususnya keselamatan seluruh masyarakat yang melakukan perjalanan melalui jalur penyeberangan Banyuwangi–Bali maupun Bali–Banyuwangi. Itulah tujuan utama yang ingin kami lakukan melalui ritual ini," ujarnya.
Kepala Desa Ketapang, Slamet Utomo, menyebut pertunjukan Gandrung Seblang Subuh di atas kapal merupakan yang pertama kali digelar di Selat Bali. Selain memiliki nilai ritual, kegiatan tersebut juga menjadi upaya pelestarian budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
"Menurut kami, sangat tidak bijak apabila berbagai tradisi yang diwariskan oleh para leluhur ditinggalkan begitu saja. Karena itu kegiatan ini kami kemas dengan melibatkan berbagai unsur pelaku seni," kata Slamet.
Baca juga: Menikmati Kawah Ijen, Raline Shah: Banyuwangi Punya Wisata Kelas Dunia
Ia berharap berbagai peristiwa kecelakaan laut di Selat Bali tidak kembali terjadi pada masa mendatang. Harapan itu juga menjadi bagian dari makna Sedekah Segoro yang tahun ini kembali digelar dengan sejumlah agenda budaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/GANDRUNG-Pertunjukan-tari-gandrung-dipentaskan-di-atas-kapal-ferry.jpg)