Demo Bondowoso
Demo Bondowoso, Ratusan Mahasiswa Tuntut Penghapusan Tunjangan DPR dan Transparansi Anggaran
Ratusan mahasiswa demo di DPRD Bondowoso menuntut penghapusan tunjangan DPR, transparansi anggaran, dan keadilan kasus tewasnya Affan Ojol.
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Haorrahman
TRIBUNJATITIMUR.COM, Bondowoso – Ratusan mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Bondowoso Bersatu demo di depan Gedung DPRD Bondowoso, Minggu (31/8/2025) sore.
Aksi ini merupakan bentuk solidaritas atas meninggalnya Affan Kurniawan, seorang driver ojek online (Ojol) yang tewas terlindas mobil rantis Brimob saat unjuk rasa di DPR RI Jakarta.
Baca juga: Demo Surabaya, Sekolah Diliburkan Mulai 1 hingga 4 September 2025
Dalam demo tersebut massa mengenakan pakaian serba hitam tiba sekitar pukul 14.26 WIB. Mereka menyanyikan yel-yel perjuangan, membawa poster sindiran, hingga berusaha menerobos pagar gedung DPRD.
Baca juga: Demo Kediri Ricuh, Gedung DPRD, Kantor Pemkab, hingga Museum Porak-Poranda
Beberapa poster yang terlihat bertuliskan: “Rakyat bayar pajak, DPR foya-foya”, “Hidup rakyat tertindas”, hingga karikatur tikus berseragam polisi.Situasi sempat memanas ketika massa membakar ban dan memaksa masuk ke aula DPRD. Polisi yang berjaga dengan seragam lengkap terlibat aksi saling dorong dengan demonstran.
Tuntutan Mahasiswa
Koordinator aksi,Deki Syahputra, mengatakan mahasiswa menuntut penghapusan tunjangan DPR yang dianggap tidak relevan dan hanya menjadi beban anggaran negara.
“Kami melihat rapat-rapat di DPR di Jakarta. Anggaran yang digunakan bukan bentuk efisiensi, melainkan pemborosan,” ujar Deki.
Baca juga: Demo Blitar Berakhir Ricuh, Gedung DPRD Kabupaten Blitar Dibakar Massa, Ruang Paripurna Hangus
Selain itu, mahasiswa juga menuntut transparansi pengelolaan anggaran DPRD Bondowoso serta mendesak adanya tindak lanjut terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dikelola PDAM Bondowoso.
Mereka juga meminta polisi, untuk mengawal kasus hukum yang menimpa Affan Kurniawan.
Baca juga: Jelang Demo Bondowoso, Siswa SMA/SMK di Bondowoso Diminta Bagikan Shareloc Dua Kali ke Sekolah
Dalam demo tersebut Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir, menemui massa dan menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Affan.
“Kami juga turut berbelasungkawa. Aspirasi terkait kebijakan pusat akan kami sampaikan. Bahkan, saya membaca di media, partai-partai sepakat untuk mengevaluasi dan meninjau kembali tunjangan DPR. Ada yang mengusulkan agar dihapus, itu bukti bahwa suara rakyat didengar,” kata Dhafir.
Ia juga mengajak mahasiswa dan masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas selama menyampaikan aspirasi.
(TribunJatimTimur.com)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.