Kamis, 11 Juni 2026

Berita Bondowoso

Ada 152 Bencana di Bondowoso, BPBD Dirikan Posko Siaga Bencana 24 Jam

Bondowoso mendirikan posko siaga bencana Hidrometerologi yang siaga 24 jam di Jalan Mastrip, Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso. 

Tayang:
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Sinca Ari Pangistu
24 JAM: BPBD Bondowoso mendirikan posko bencana yang siaga 24 jam, dilengkapi sarana dan prasarana. 
Ringkasan Berita:
  • Antisipasi bencana hidrometeorologi, BPBD Bondowoso mendirikan posko siaga bencana  yang siaga 24 jam.
  • Posko didirikan di Jalan Mastrip, Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso. 
  • Data BPBD terdapat 152 kejadian bencana alam yang terjadi selama Januari hingga Oktober 2025.

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso -Selama 10 bulan di 2025, tercatat 152 kejadian bencana alam di Bondowoso. Untuk itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso mendirikan posko siaga bencana Hidrometerologi yang siaga 24 jam di Jalan Mastrip, Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso. 

Posko tersebut dilengkapi sarana dan prasarana serta dijaga nonstop oleh puluhan personel BPBD.

Baca juga: 413 Temuan Penggunaan Dana Desa di Bondowoso, Kejaksaan Kumpulkan Kades

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK2) BPBD Bondowoso, Yuli Triandana, mengatakan. sesuai SE Menteri Dalam Negeri nomor 399.2.8/9333/SJ tertanggal 18 November 2025 seluruh BPBD diminta untuk mengaktifkan posko bencana.

"Ini salah satu langkah kita dalam rangka menghadapi bencana hidrometerlogi," katanya, Jum'at (28/11/2025).

Yuli mengatakan dalam SE itu BPBD juga diminta memetakan wilayah kerawanan bencana di tengah awal dan akhir tahun yang selalu mengalami peningkatan intensitas hujan.

Baca juga: Jumlahnya Menurun, Namun Kematian Akibat Demam Berdarah di  Bondowoso Meningkat

Yuli mengatakan berkaca di tahun-tahun sebelumnya potensi bencana yang terjadi yakni banjir, tanang longsor, hingga angin kencang.

Salah satunya di Desa Sumbersalak, Kecamatan Curahdami, dan Kecamatan Sempol Ijen. Termasuk di kecamatan kota Bondowoso.

"Seperti kejadian tahun kemarin di Sumber salak Curahdami," ujarnya.

Baca juga: Pemulihan dari Penyakit Mulut dan Kuku, Bondowoso Suntik Massal Ternak

BPBD telah memasang Early Warning System (EWS) di Kecamatan Sempol. Bahkan beberapa waktu lalu pihaknya sudah naik mengecek EWS untuk perawatan.

Dia menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Termasuk bisa menghubungi call center BPBD di 0823-3179-2373 jika terjadi bencana..

Data BPBD Bondowoso tahun 2025 hingga Oktober, yakni ada 152 kejadian, yakni banjir 14 kejadian, angin kencang/cuaca ekstrem ada 31 kejadian, tanah longsor 6 kejadian, Karhutla ada 2 kejadian, gempa bumi 4 kejadian, erupsi gunung ada 68 kejadian, kekeringan 19 kejasian, banjir dan tanah longsor 1 kejadian, dan bencana non alam 7 kejadian.

Dari semua kejadian tersebut terdapat 3 jiwa meninggal dunia, 11 orang mengalami luka-luka. Serta ada 268 rumah rusak sedang, ringan, san berat. Kemudian ada 16 fasilitas umum, dan 299 KK terdampak.

Sementara 2024 mencapai 189. Terperinci yakni angin kencang 111 kejadian, erupsi gunung api 2 kejadian, banjir 19 kejasian, tanah longsor 12 kejadian, Karhutla 31 kejadian, bencana non alam 14.

(TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved