Rabu, 20 Mei 2026

Berita Bondowoso

Permintaan Tinggi dari Rumah Sakit, Stok Darah PMI Bondowoso Menipis

Stok darah PMI Bondowoso menipis akibat tingginya permintaan dari rumah sakit di Bondowoso dan 6 daerah jejaring.

Tayang:
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Sinca Ari Pangistu
DONOR DARAH - Seorang warga Bondowoso sedang mendonor daranya di UDD PMI Bondowoso, Sabtu (13/12/2025). Stok dari di PMI Bondowoso mulai menipis. 

Ringkasan Berita:
  • Stok darah PMI Bondowoso menipis dengan total 125 kantong tersedia
  • Permintaan tinggi berasal dari Bondowoso dan 6 daerah jejaring lainnya
  • Kebutuhan darah terbanyak untuk operasi, cuci darah, kemoterapi, dan thalassemia
  • PMI aktif menggelar donor darah dan menghubungi 5.423 pendonor aktif

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Permintaan tinggi dari rumah sakit, membuat stok darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Bondowoso mulai menipis. 

Data PMI Bondowoso hingga Sabtu (13/12/ 2025) total stok darah yang tersedia sebanyak 125 kantong. Rinciannya, golongan darah A sebanyak 58 kantong, B 27 kantong, O 19 kantong, dan AB 21 kantong.

Ketua PMI Bondowoso, Juni Sukarno, mengatakan kondisi tersebut bukan berarti stok darah habis, melainkan dalam status menipis akibat lonjakan permintaan.

“Jadi bukan tidak ada, tapi menipis,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (13/12/2025).

Baca juga: DPMD Bondowoso Inventarisasi Tanah Kas Desa, Percepatan Gerai Koperasi Merah Putih

PMI Bondowoso tidak hanya melayani kebutuhan darah untuk rumah sakit pemerintah dan swasta di wilayah Bondowoso. Namun juga menjadi bagian dari jejaring layanan darah untuk enam kabupaten/kota lain, yakni Jember, Banyuwangi, Lumajang, Situbondo, Probolinggo, dan Kota Probolinggo.

Dia mengatakan penggunaan darah penanganan medis merupakan kewenangan pihak rumah sakit. Namun, berdasarkan catatan PMI, permintaan darah dalam beberapa waktu terakhir paling banyak digunakan untuk operasi penyakit dalam, hemodialisis (cuci darah), kemoterapi, serta penanganan pasien thalassemia.

“Rumah sakit yang tahu,” kata Juni, yang tercatat telah melakukan donor darah lebih dari 70 kali.

Baca juga: Kunjungan Wisatawan Bondowoso 2025 Naik, Kawah Ijen Masih Jadi Magnet Utama

Untuk mengantisipasi kekurangan stok, PMI Bondowoso saat ini aktif menggelar kegiatan donor darah dengan mengerahkan mobil unit donor ke berbagai wilayah. 

PMI juga secara berkala menghubungi 5.423 pendonor darah aktif yang terdaftar.

Pendonor aktif yang dimaksud adalah mereka yang rutin mendonor setiap dua bulan sekali, serta pendonor dengan kategori usia tertentu yang dijadwalkan satu kali dalam setahun.

Baca juga: Kasus Kekerasan pada Anak Meningkat di Bondowoso, 30 Ditangani Kejaksaan Sepanjang 2025

“Event-event tertentu kita selalu, kemarin HKN. Jadi meskipun kita punya jadwal sendiri, kita bisa dua kali sehari,” terangnya.

Juni juga mengingatkan donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga bagi pendonor. 

Melalui proses skrining darah, pendonor secara tidak langsung dapat mendeteksi empat jenis penyakit, yakni HIV/AIDS, Hepatitis B, Hepatitis C, dan sifilis.

“Jika ada yang terdeteksi salah satu penyakit ya dimusnahkan,” pungkasnya.

(TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved