Sabtu, 2 Mei 2026

Hujan Deras Longsor dan Banjir Kembali Terjadi di Bondowoso

Hujan deras memicu longsor, banjir, dan pohon tumbang di Bondowoso. BPBD mencatat 875 KK terdampak di lima desa.

Tayang:
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Sinca Ari Pangistu
BENCANA BANJIR DAN TANAH LONGSOR - Tim BPBD saat melakukan evakuasi serumpun bambu tumbang di Desa Jatisari, Kecamatan Wringin, Bondowoso, Minggu (11/1/2026) malam. Sejumlah bencana tanah longsor, banjir, hingga pohon tumbang terjadi di beberapa titik di Kabupaten Bondowoso setelah hujan sejak sekitar jam 14.00 WIB. 

Ringkasan Berita:
  • Hujan deras memicu longsor, banjir, dan pohon tumbang di Bondowoso
  • Longsor terjadi di Desa Kretek dan Gayam Lor, akses jalan dan jembatan terganggu
  • Luapan air irigasi merendam teras empat rumah warga di Kecamatan Binakal
  • Banjir melanda lima desa di Kecamatan Cermee
  • Total 875 KK terdampak, tidak ada laporan korban jiwa

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, kembali dilanda bencana alam setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut, Minggu (11/1/2026). Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan serangkaian kejadian tanah longsor, banjir, serta pohon tumbang di sejumlah kecamatan, membuat sekitar 875 kepala keluarga (KK) terdampak.

Berdasarkan data terbaru, Senin (12/1/2026), longsor tercatat terjadi di Desa Kretek, Kecamatan Tamankrocok, serta Desa Gayam Lor, Kecamatan Botolinggo.

Kepala Desa Kretek, Kusno, mengatakan longsor terjadi di jalan utama desa yang berada dekat kantor desa. Akibat kejadian tersebut, akses jalan hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.

“Sepeda sama mobil-mobil kecil bisa. Truk tak bisa lewat, bisa terguling kalau lewat sana,” jelas Kusno.

Kusno mengatakan longsor terjadi malam hari saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Beruntung, tidak ada warga yang melintas saat kejadian, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

“Ya harus segera diperbaiki, mau tidak mau. Karena itu jalan utama,” tambahnya.

Baca juga: Kondisi Terkini Banjir di 5 Desa Kecamatan Cermee Bondowoso, 875 Kepala Keluarga Terdampak

Sekretaris Desa Gayam Lor, Kiki, mengatakan longsor terjadi di jembatan penghubung menuju pasar desa.

“Di jembatan, jembatan penghubung ke pasar membahayakan,” terangnya.

Kondisi ini membuat aktivitas warga menjadi terganggu, khususnya distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok.

Longsor dan Luapan Air

Selain itu, longsor juga terjadi di Jalan Pal 10 Desa Sumbermalang, Kecamatan Wringin. Material longsor menutup sebagian badan jalan dan menimpa tiga tiang beserta kabel.

Di Desa Kembangan, Kecamatan Binakal, longsor pada saluran irigasi menyebabkan air sungai meluap dan masuk ke teras rumah warga. Sedikitnya empat rumah di Dusun Kembang, RT 03 RW 02 terdampak luapan air tersebut.

Tim BPBD Bondowoso bersama warga dan pemerintah desa melakukan pengalihan aliran air irigasi dari hulu ke saluran lain untuk menekan volume air.

Baca juga: Heru Sempat Evakuasi Ayah dan Ibu, Hujan 5 Jam Sebabkan Banjir dan Tanah Longsor di Bondowoso

Pohon Tumbang dan Banjir di Cermee

Kepala Bidang Rehabilitasi, Rekonstruksi, dan Logistik BPBD Bondowoso, Tugas Riski Bahana, mengatakan timnya juga menangani pohon tumbang di Desa Jetis, Kecamatan Curahdami, pada tengah malam.

“Semalam kita langsung penanganan karena pohon tumbang menutup akses jalan dan menimpa kabel,” ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved