Senin, 13 April 2026

Ramadan 2026

Jemaah Alumni Mahfilud Duror Bondowoso Mulai Puasa Hari Ini

Jemaah Alumni Mahfilud Duror Bondowoso mulai puasa 17 Februari 2026 dengan metode khumasi.

Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Haorrahman
Tribun Jatim Timur/Sinca Ari Pangistu
MULAI PUASA – Sejumlah warga jemaah alumni Mahfilud Duror di Kecamatan Maesan, Bondowoso, melakukan tadarus pada hari pertama puasa , Selasa (17/2/2026). 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso – Sejumlah warga di Bondowoso telah lebih dulu menjalankan ibadah puasa, Selasa (17/2/2026). Mereka merupakan jamaah dan alumni Pondok Pesantren Mahfilud Duror yang secara turun-temurun menetapkan awal Ramadan lebih awal.

Salah satunya adalah keluarga Ustaz Hilmi, warga Kecamatan Maesan, Bondowoso. Ia mengaku bersama keluarganya telah melaksanakan salat tarawih pada Senin (16/2/2026) malam dan mulai berpuasa hari ini.

Baca juga: Ponpes Mahfilud Duror Jember Tetapkan Puasa Lebih Awal, Ratusan Jemaah Sudah Mulai Salat Tarawih

“Kami sekeluarga, termasuk ayah, ibu, dan adik, sudah mulai puasa Selasa. Di wilayah selatan Kecamatan Maesan juga banyak alumni Mahfilud Duror yang puasa bersamaan,” ujarnya.

Gunakan Metode Khumasi

Baca juga: Kemabruran Puasa 30 : Dari Religiousness dan Religious Mindedness

Hilmi menjelaskan, penentuan 1 Ramadan di lingkungan Mahfilud Duror tidak menggunakan metode rukyatul hilal maupun hisab seperti yang umum dipakai pemerintah. Mereka menggunakan sistem perhitungan yang dikenal dengan istilah khumasi.

Khumasi berarti lima, yakni penetapan awal Ramadan berdasarkan selisih lima hari dari awal Ramadan tahun sebelumnya.

“Bahkan untuk tahun depan sudah bisa diperkirakan. Kalau sekarang jatuh Selasa, maka lima hari berikutnya Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu. Berarti awal Ramadan tahun depan jatuh Sabtu,” jelasnya.

Tradisi ini merujuk pada kitab Nushatul Majaalis karya Syekh Abdurrahman As Shufuri As Syafi’i. Menurut Hilmi, metode tersebut telah dijalankan selama kurang lebih 195 tahun.

Baca juga: Merawat Kemabruran Puasa 29 : Dari Salam, Islam dan ke Istislam

Dengan sistem khumasi, pelaksanaan puasa selalu berlangsung genap 30 hari. Karena itu, Hari Raya Idulfitri versi jamaah Mahfilud Duror umumnya jatuh lebih awal dibandingkan pemerintah, meski dalam kondisi tertentu bisa saja bertepatan.

Perbedaan Dianggap Biasa
Hilmi menambahkan, perbedaan penetapan awal Ramadan di lingkungannya tidak menimbulkan persoalan sosial. Warga sekitar, kata dia, sudah terbiasa dan saling menghormati perbedaan yang telah berlangsung lama.

“Alhamdulillah di sini sudah saling memahami. Rujukannya jelas dan sudah digunakan sejak lama,” tambahnya.

 

 
Summary Berita
Sidang isbat Kemenag RI digelar 17 Februari 2026.
Sejumlah warga Bondowoso sudah mulai puasa lebih awal.
Mereka merupakan alumni dan jamaah Ponpes Mahfilud Duror.
Penentuan awal Ramadan menggunakan metode khumasi.
Perbedaan awal puasa diterima sebagai tradisi yang telah lama berjalan.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved