Ponpes Mahfilud Duror Bondowoso Rayakan Idulfitri Hari Ini
Ponpes Mahfilud Duror Bondowoso rayakan Idul Fitri lebih awal pakai metode khumasi, berbeda dari pemerintah.
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Haorrahman
Ringkasan Berita:
- Ponpes Mahfilud Duror Bondowoso rayakan Idul Fitri pada 19 Maret 2026
- Perayaan lebih awal dari pemerintah yang menunggu sidang isbat
- Awal puasa juga dimulai dua hari lebih cepat
- Penentuan menggunakan metode khumasi berbasis kitab klasik
- Santri tetap ikut salat Id bersama masyarakat sekitar
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Sejumlah santri dan jamaah Pondok Pesantren Mahfilud Duror di Kecamatan Maesan, Bondowoso, merayakan Idulfitri 1447 Hijriah, Kamis (19/3/2026).
Perayaan tersebut berlangsung sebelum penetapan resmi pemerintah, karena Kementerian Agama RI baru akan menggelar sidang isbat pada sore harinya.
Tidak hanya Idulfitri, awal Ramadan di lingkungan pesantren ini juga dimulai lebih cepat. Pada tahun 2026, para santri telah memulai puasa sejak Selasa (17/2/2026), atau dua hari lebih awal dibandingkan jadwal pemerintah.
Baca juga: Gas Elpiji 3 Kg Langka di Bondowoso, Harga Tembus Rp 24 Ribu
Salah satu santri, Hilmi, menjelaskan bahwa perbedaan tersebut merupakan tradisi yang telah berlangsung lama di pesantren.
“Pelaksanaan puasa dan Idul Fitri di sini memang biasanya lebih dulu satu atau dua hari dibanding pemerintah,” ujarnya.
Ia menambahkan, para santri merayakan Idul Fitri setelah menyelesaikan puasa selama 30 hari penuh.
“Kami hari ini sekeluarga sudah makan dan minum, karena puasa kami genap 30 hari,” jelasnya.
Baca juga: Pesanan Parsel Lebaran di Bondowoso Naik 100 Persen Jelang Lebaran
Metode Khumasi
Penentuan awal Ramadan dan Idul Fitri di Ponpes Mahfilud Duror mengacu pada kitab Nushatul Majaalis karya Syekh Abdurrahman As Shufuri As Syafi’i. Kitab tersebut telah digunakan sebagai pedoman selama hampir dua abad.
Metode yang digunakan dikenal sebagai sistem khumasi, yaitu perhitungan berbasis siklus lima hari.
Dalam praktiknya, awal Ramadan tahun berjalan dihitung dengan menambahkan lima hari dari awal puasa tahun sebelumnya. Metode ini memungkinkan penentuan kalender ibadah dilakukan jauh hari, bahkan untuk tahun-tahun berikutnya.
Sebagai ilustrasi, jika awal puasa tahun ini jatuh pada hari Selasa, maka lima hari berikutnya akan jatuh pada hari Minggu. Pola ini kemudian digunakan untuk memperkirakan awal Ramadan di tahun selanjutnya.
Baca juga: Polres Bondowoso Sediakan Pospam untuk Pemudik, Lengkap dengan Layanan Kesehatan 24 Jam
Salat Id Bersama Warga
Meski telah merayakan Idul Fitri lebih awal, Hilmi menyebut pihaknya tetap menjaga hubungan sosial dengan masyarakat sekitar.
Ia mengaku tetap akan mengikuti salat Id bersama warga yang mayoritas mengikuti keputusan pemerintah.
Selain itu, alumni Mahfilud Duror yang ingin merayakan Lebaran lebih awal biasanya datang langsung ke pesantren yang berada di wilayah Suger Kidul.
“Di sana, mereka bisa mengikuti salat Id sesuai ketetapan pondok,” pungkasnya.
| Telkomsel Jaga Konektivitas Pelanggan Selama Ramadan dan Idulfitri 2026 Tanpa Gangguan Berarti |
|
|---|
| Kenaikan Harga Plastik, Jadi Momentum Beralih ke Produk Daur Ulang |
|
|---|
| Jumlah Dapur SPPG di Bondowoso Capai 69, Libatkan 3.100 Pekerja dan Relawan |
|
|---|
| Gudang Alat Pertanian di Prajekan Bondowoso Terbakar, Kerugian Rp 40 Juta |
|
|---|
| Berangkat Mei, Kuota Haji Bondowoso 2026 Bertambah Jadi 916 Jemaah dalam 3 Kloter |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/SALAT-ID-Tangkapan-layar-video-sejumlah-santri.jpg)