Senin, 13 April 2026

Ponpes Al Islah Bondowoso Salat Id dan Lebaran Hari Ini

Ponpes Al Islah Bondowoso gelar salat Id hari ini gunakan rukyat global. Ini penjelasan alasannya.

Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Haorrahman
Tribun Jatim Timur/Sinca Ari Pangistu
SALAT ID - Jemaah dan santri Ponpes Al Islah, di Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan saat mengikuti sholat Idul Fitri, Jum'at (20/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Ponpes Al Islah Bondowoso gelar salat Idulfitri pada 20 Maret 2026
  • Pelaksanaan lebih awal dibandingkan penetapan pemerintah
  • Gunakan metode rukyat hilal global dan kalender hijriah tunggal
  • Hilal tidak terlihat pada 29 Ramadan, sehingga dilakukan istikmal
  • Pimpinan ponpes mengajak masyarakat menjaga toleransi perbedaan

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso – Ratusan jemaah dan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Islah, Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan, Bondowoso, melaksanakan salat Idulfitri pada Jumat (20/3/2026).

Pelaksanaan salat Id ini berlangsung lebih awal dibandingkan penetapan pemerintah. Salat berjamaah dipusatkan di lapangan ponpes dan dimulai pukul 06.15 WIB.

Pimpinan Ponpes Al Islah, KH Thoha Yusuf Zakaria, menyebut jemaah yang mengikuti salat Id tidak hanya berasal dari Bondowoso, tetapi juga dari sejumlah daerah lain.

"Ada yang dari Sidoarjo, ada juga yang dari Bali. Masyarakat dan santri yang ikut ini datang dari berbagai macam daerah," ujarnya.

Baca juga: Kunjungi Puskesmas Raci, Mas Rusdi Pastikan Layanan Puskesmas 24 Jam Beroperasi Selama Lebaran

Metode Rukyat Global

Kiai Thoha menjelaskan, penentuan awal Ramadan dan Syawal di lingkungan ponpes menggunakan metode Ru’yat Hilal Global dan Kalender Hijriah Global Tunggal.

Menurutnya, hilal telah terpantau di Alaska pada 17 Februari 2026, sehingga 1 Ramadan ditetapkan jatuh pada 18 Februari 2026.

Untuk penentuan 1 Syawal, pihak ponpes kembali melakukan rukyatulhilal. Namun, pada hari ke-29 Ramadan, hilal tidak terlihat sehingga bulan Ramadan disempurnakan menjadi 30 hari (istikmal).

Baca juga: Evaluasi Kemacetan Horor Arus Mudik, ASDP Siapkan Langkah Arus Balik Lebaran

"Maka kemarin adalah hari ke-30, dan hari ini adalah tanggal 1 Syawal yang bertepatan dengan tanggal 20 Maret," jelasnya.

Kiai Thoha menilai metode yang digunakan pada dasarnya memiliki kesamaan dengan pemerintah, yakni menyempurnakan bulan menjadi 30 hari ketika hilal tidak terlihat.

Namun, perbedaan muncul karena awal penetapan Ramadan yang tidak sama, sehingga Idulfitri di tingkat pemerintah dan sebagian organisasi masyarakat baru akan dirayakan pada hari berikutnya.

Meski terdapat perbedaan waktu pelaksanaan Idulfitri, Kiai Thoha mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga sikap saling menghormati.

"Kita justru harus menjadikan perbedaan ini sebagai sarana untuk mempererat persatuan dan kesatuan. Perbedaan itu adalah rahmat," tambahnya.
 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved