Kamis, 7 Mei 2026

Berita Bondowoso

Berkat MBG, Ribuan Telur Bebek dari Peternak Asal Desa Pengarang Bondowoso Terserap

Telur bebek milik peternak asal Desa Pengarang, Kecamatan Jambesari Darus Sholah, Bondowoso, terserap oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Tayang:
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Luky Setiyawan
Istimewa/DOK. ABDUL AZIS
TELUR BEBEK – Sejumlah telur bebek produksi Abdul Azis, peternak asal Desa Pengarang, Kecamatan Jambesari Darus Sholah, Kabupaten Bondowoso yang siap diantar ke sejumlah dapur SPPG di Bondowoso pada awal Maret 2026 lalu.  

Ringkasan Berita:
  • Telur bebek milik peternak asal Desa Pengarang, Kecamatan Jambesari Darus Sholah, Bondowoso, terserap oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG). 
  • ​Dalam sepekan, telur bebek dikirim ke delapan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bondowoso, dengan setiap dapur meminta pasokan kurang lebih 2.500 butir telur. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso – Telur bebek milik peternak asal Desa Pengarang, Kecamatan Jambesari Darus Sholah, Bondowoso, terserap oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Penyerapan ini meningkat signifikan, terutama saat musim Ramadan yang menyajikan menu keringan. 

​Dalam sepekan, telur bebek dikirim ke delapan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bondowoso

Setiap dapur meminta pasokan kurang lebih 2.500 butir telur. 

Baca juga: Pemkab Jember Siapkan BUMD Pangan untuk Suplai Program MBG

Baca juga: Hingga Akhir Maret 2026, Baru 52 dari 209 Desa di Bondowoso yang Cairkan Dana Desa

Abdul Azis, salah seorang peternak, mengaku sebutir telur bebek miliknya dihargai Rp2.500 oleh pihak SPPG. 

​"Pihak MBG mengambil dengan harga sampai Rp2.500 per butir," ujarnya saat dikonfirmasi pada Minggu (29/3/2026). 

​Tingginya permintaan saat itu membuat Azis harus memutar otak untuk memenuhi kuota.

Ia pun bekerja sama dengan beberapa mitra peternak telur bebek dari kecamatan lain.  

Langkah ini diambil karena 1.800 ekor bebek miliknya juga harus memenuhi permintaan pasar ke Probolinggo, Besuki, dan wilayah sekitar Bondowoso

​Tantangan lainnya adalah cuaca hujan selama Ramadan lalu yang menyebabkan produksi telur menurun drastis hingga 65 persen. Rata-rata produksi yang biasanya mencapai 80 butir per 100 ekor bebek menjadi berkurang jauh. 

​"Kalau saat Ramadan, memang cari telur bebek itu susah," tambahnya. 

​Kini, Azis belum mengetahui secara pasti kapan akan memasok kembali ke dapur SPPG.

Berdasarkan informasi yang ia terima, Rencana Anggaran Biaya (RAB) SPPG saat ini belum mencantumkan kebutuhan telur bebek atau telur asin. 

​Kendati harga di tingkat SPPG saat ini menurun menjadi Rp2.300 per butir, Azis tetap berharap adanya keberlanjutan serapan telur bebek dan telur asin dari para peternak lokal. 

​Di sisi lain, pria yang akrab disapa Cak Azis ini berharap Dinas Peternakan dan Perikanan Bondowoso terus meningkatkan dukungan kepada para peternak, sebagaimana yang telah dilakukan selama ini. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved