Kamis, 16 April 2026

Berita Jember

Minim Bukti, Polisi Kesulitan Buru Perampok Nenek di Jember

Kasus perampokan sadis di Jember terhadap nenek dan anaknya belum terungkap, polisi terkendala minimnya bukti.

Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
tribunjatimtimur/Imam Nawawi
DIRAMPOK: Saniti, saat di rawat di Klinik Assuniyah Kecong, Jember Jawa Timur, Senin (21/7/2025) Nenek di Jember dianiaya oleh perampok. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Kasus perampokan yang menimpa nenek Saniti (61) dan anaknya Tiyama (36) di Desa Mayang, Kecamatan Gumukmas, Jember, Jawa Timur, hingga kini belum menemukan titik terang. Peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu dini hari, 20 Juli 2025, ketika keduanya masih tertidur di rumah.

Baca juga: Sepasang Mahasiswa Universitas Jember Berbuat Asusila di Kampus, Jalani Sidang Tim Etik

Dua pelaku diduga masuk secara paksa, lalu menganiaya korban dengan pukulan hingga bacokan. Akibat kejadian itu, Saniti dan Tiyama mengalami luka serius, sementara para pelaku membawa kabur uang tunai, perhiasan, serta dua sepeda motor. Kerugian ditaksir mencapai Rp 200 juta.

Kanit Pidana Umum Satreskrim Polres Jember, Iptu Bagus Dwi Setiawan, menjelaskan bahwa kasus ini ditangani Polsek Gumukmas dengan dukungan tim Resmob Polres Jember.

Baca juga: 9 Dapur Sehat Beroperasi di Jember, Layani 19 Ribu Siswa Program Makan Bergizi Gratis

“Masih melakukan pendalaman, kami kesulitan mencari bukti sebab di lokasi tidak ada CCTV. Area sekitar TKP juga gelap sehingga sulit mendeteksi wajah pelaku,” ujarnya, Rabu (24/9/2025).

Meski begitu, Bagus menegaskan pihaknya terus melakukan pengejaran. “Teman-teman penyidik sudah mengantongi beberapa nama yang perlu kami lakukan pendalaman,” katanya.

Baca juga: Buka Lapangan Kerja, Nankai Bangun Pabrik Kayu Sengon Jember untuk Pasar Jepang dan Global

Sudah Periksa 12 Saksi

Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa sedikitnya 12 saksi, baik korban maupun warga sekitar. Dari keterangan tersebut, penyidik mulai mengerucut pada sejumlah nama yang diduga terlibat.

“Beberapa nama sudah kami kantongi dan saat ini kami masih berupaya mengumpulkan dua alat bukti yang diperlukan,” jelas Bagus.

Baca juga: Akhirnya Penerbangan Perdana Fly Jaya Jember–Jakarta Dimulai

Hingga kini polisi masih berfokus pada pencarian alat bukti tambahan untuk memperkuat dugaan terhadap calon tersangka. Minimnya CCTV dan kondisi lokasi yang gelap menjadi kendala utama.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved